Ahmad Dhani Gaji Rp2,5 Juta Admin Pengunggah Ujaran Kebencian

Ahmad Dhani. (foto : net)

Beritabalionline.com – Musisi Ahmad Dhani menjalani persidangan sidang tuntutan kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dhani dituntut 2 tahun penjara.

Jaksa membacakan berkas tuntutan Dhani. Terungkap mantan suami Maia Estianti itu memperkerjakan beberapa karyawan untuk mengurus akun sosial media. Salah satu orang karyawan yang dimaksud adalah Suryo Pratomo Bimo, yang digaji Rp2,5 juta per-bulan.

Bimo diberikan tugas mengunggah postingan yang dikirim Ahmad Dhani. Materinya dikirimkan oleh terdakwa ke WhatSapp pribadi Bimo.

“Bimo merupakan admin Twitter terdakwa. Tugasnya membuat postingan, promo, jadwal. Ada WhatsApp dari terdakwa pasti di-upload ke Twitter oleh Bimo,” ucap Jaksa, Senin (26/11/2018).

Jaksa mengatakan, Bimo tidak mengurangi atau melebihkan sedikitpun kata-kata yang diposting di media sosial Ahmad Dhani.

Bahkan, Bimo selalu mengirimkan screen shoot ke Ahmad Dhani setelah memposting ke akun media sosial. Selama ini, Ahmad Dhani juga tidak merasa keberatan.

“Semua cuitan ditulis Bimo atas perintah dari terdakwa. Saat Bimo posting di Twitter pun, capture dikirim ke terdakwa untuk membuktikan sudah ditulis. Dan bisa dilihat followernya,” ujar Jaksa.

Jaksa menjelaskan, tiga cuitan yang menyeret Ahmadi Dhani ke meja hijau karena dinilai melakukan ujaran kebencian, pertama; “yang menistakan agama si Ahok, yang diadili KH Maruf Amin,”

Kedua; “siapa saja mendukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya”.

Ketiga; “sila pertama Ketuhanan Yang Naha Esa, penista agama jadi gubernur, kalian waras”.

Jaksa menjelaskan, postingan tersebut atas perintah Ahmad Dhani. Terdakwa saat itu mengirimkan kalimat tersebut WhatsApp Bimo. Pada hari yang sama, langsung di-posting di media sosial agar baca oleh khalayak.

“Kalimat dikirim dari handphone terdakwa dan disetujui dari handphone terdakwa ke Bimo,” tutur dia.

Dengan melihat sub-koordinat keduanya, percakapan atau perbincangan antara atasan dan bawahan, Bimo melakukan apa yang diperintahkan oleh atasannya.

“Jaksa tidak melihat ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh Bimo,” ujar dia.

Selain menuntut Ahmad Dhani dituntut 2 tahun penjara, Jaksa menilai, terdakwa terbukti secara sah menyebarkan kebencian lewat akun twitternya. Jaksa juga meminta Majelis Hakim memusnahkan sejumlah barang bukti yang terkait dengan perkara ini. (itn)