Mantan Ketua KPK Antasari Azhar: Kasus Novel Baswedan Tuntas Tahun Ini

Novel Baswedan saat menjalani perawatan usai wajahnya disiram air keras. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar optimistis kasus penyiraman air keras oleh orang tak dikenal yang menimpa Penyidik Senior KPK Novel Baswedan akan tuntas dan pelakunya ditangkap tahun ini.
“Filing saya tahun ini selesai karena ada kemauan yang kuat dari para elit politik untuk menuntaskan kasus ini,” ungkap Antasari usai melantik anggota DPD Garda Jokowi Bali di sebuah hotel yang berada di kawasan By Pass Ngurah Rai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Senin (26/11/2018) malam.
Antasari yang bebas bersyarat pada 10 November 2016, dan saat ini statusnya bebas murni menyayangkan peristiwa yang dialami mantan anak buahnya itu. Apalagi, kondisi mata kiri Novel rusak pasca peristiwa yang dialaminya pada Selasa (11/4/2017) silam.
“Saya berharap jangan sampai kasus seperti ini terulang kembali. Jangan ada lagi orang yang sedang bekerja dibuat celaka dengan cara kriminal seperti itu, jangan ada lagi,” harapnya.
Ke depan ia menginginkan hukum difungsikan dengan baik dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu hanya untuk menyingkirkan orang lain. “Novel mantan anak buah saya, masa saya sudah kena, anak buah kena, ini ada apa? Nah, ini yang saya maksud kewenangan harus difungsikan dengan benar,” katanya.
Ditambahkan, “Jangan karena alasan itu Antasari terlalu keras menuntut korupsi, kita penjarakan saja, jangan begitu, sudah cukup-lah pejabat negara dibuat seperti itu. Gunakan hukum secara benar, untuk ketertiban dan ketentraman masyarakat, bukan untuk menyingkirkan orang yang tidak disukai”.
Seperti diketahui, Penyidik Senior KPK Novel Baswedan tiba-tiba disiram air keras oleh dua pria tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor saat sedang berjalan menuju rumahnya setelah menjalankan shalat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017). Cairan itu tepat mengenai wajah Novel.
Kejadian tersebut berlangsung begitu cepat sehingga Novel tak sempat mengelak. Tak ada seorang pun yang berada di lokasi saat peristiwa penyiraman itu terjadi. Novel juga tak bisa melihat jelas pelaku penyerangannya.
Akibat peristiwa tersebut satu mata Novel tidak bisa melihat, walaupun ia sempat menjalani operasi kornea mata di Singapura. Sementara peristiwa yang sudah berjalan satu tahun lebih itu, polisi sampai sekarang belum juga berhasil menangkap pelaku penyerangan Novel. (agw)