Bekuk Kurir Narkoba Jaringan Napi LP Kerobokan, Polisi Temukan 504 Butir Ekstasi

Dua wanita kurir narkoba dan barang bukti diamankan di Mapolresta Denpasar (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Dua orang perempuan bernama Sugiastini (39) dan Novi (30) ditangkap Satresnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali dalam sebuah penggerebakan di sebuah rumah kos di Jalan Pulau Moyo, Denpasar Selatan.
“Dari hasil penggeledahan di dalam kamar ditemukan barang bukti sabu seberat 294,18 gram dan 504 butir ekstasi,” kata Kapolresta Denpasar, AKBP Ruddi Setiawan di Mapolresta Denpasar, Kamis (6/12/2018).
Petugas mengawasi gerak-gerik keduanya setelah diperoleh informasi bahwa kedua wanita tersebut menjadi kurir narkoba di seputaran Denpasar. Ketika para pelaku hendak menempel narkoba disuatu tempat, Senin (3/12/2018) sekitar pukul 18:00 Wita, petugas langsung meringkusnya.
Yang mengejutkan, kedua pelaku mengaku barang tersebut milik salah satu napi di LP Kerobokan yang biasa dipanggil Ajik. Setelah barang diperoleh, keduanya lalu memecah menjadi paket-paket kecil sesuai dengan pesanan.
“Kedua tersangka mengaku diperintahkan seseorang dari dalam LP Kerobokan untuk mengedarkan barang terlarang ini. Sekali tempel diberi upah Rp50 ribu, dalam sehari mereka mengaku biasa menempel hingga enam kali di TKP berbeda,” jelas Kapolresta.
Kepada polisi, Sugiastini dan Novi mengaku terpaksa menjadi kurir narkoba dengan alasan terdesak kebutugan ekonomi. Selain menangkap keduanya, polisi juga mengamankan barang bukti berupa timbangan elektrik, catatan penjualan serta plastik klip yang dipakai membungkus narkoba.
Akibat perbuatannya, kedua wanita ini dikenakan Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup, atau penjara minimal 20 tahun dan denda Rp1,2 miliar. (agw)