Pemutihan Denda PKB di Bali Segera Berakhir, Pemasukan Capai Rp130 M

Kepala Bapenda Bali I Made Santha (dua dari kanan) saat memberi keterangan pers. (foto Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kebijakan Pemerintah Provinsi Bali tentang pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga dan denda terhadap pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor yang tertuang dalam Pergub No. 55 Tahun 2018 akan berakhir sepekan lagi.
“Selama 4 bulan mulai 13 Agustus hingga 14 Desember 2018, Pemprov Bali sudah melaksanakan kebijakan pemutihan denda dan bunga. Kesempatan ini sekarang tinggal tersisa sekitar lagi 7 hari, minggu depan sudah berakhir, jadi jangan buang-buang waktu, manfaatkan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan permasalahan tunggakan pajak anda,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali I Made Santha kepada awak media di ruang rapat Kantor Bapenda Provinsi Bali, Kamis (6/12/2018).
Made Santha menjelaskan, jika tidak ada kebijakan tersebut masyarakat yang masih menunggak akan dikenakan denda sekitar 2 persen dan itu lumayan tinggi. Ia juga menyampaikan dengan kesadaran masyarakat membayar tunggakan pajak secara tidak langsung bermanfaat untuk memperbaiki data base Bapenda Provinsi Bali terhadap jumlah kendaraan bermotor di Bali, yang selanjutnya dipergunakan menghitung potensi aktif wajib pajak kendaraan bermotor di Bali.
“Untuk itu, waktu yang tersisa diharapkan bisa dimanfaatkan oleh para wajib pajak (WP) guna menyelesaikan urusan tunggakan pajak kendaraan bermotor maupun balik nama kendaraan yang dimiliki apabila masih atas nama pemilik sebelumnya,” ucapnya dengan didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra.
Made Santha memaparkan, semenjak diberlakukannya kebijakan ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari pajak kendaraan bermotor sudah melampaui target yang ditentukan. Dari target 201 ribu wajib pajak yang masih menunggak, per tanggal 4 Desember sudah tercatat sekitar 260 ribu wajib pajak yang membayar pajak kendaraannya.
“Jadi sudah melampaui target sekitar 59 ribu unit kendaraan, begitu pula nilai rupiahnya yang dari target awal Rp96 miliar, saat ini sudah berhasil dikumpulkan sekitar Rp130 miliar,” urainya.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, SH.,MH menambahkan, kesadaran masyarakat selaku wajib pajak dalam membayar tunggakan pajak kendaraan bermotornya sebagai bagian partisipasi masyarakat dalam membangun daerah.
“Ini kan bentuk dukungan masyarakat terhadap pembangunan Bali, pajak kendaraan yang kita bayarkan pada akhirnya akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, sarana-prasarana, dan lain sebagainya, jadi mari kita tingkatkan partisipasi kita,” ujarnya seraya mengharapkan peran media guna mendukung sosialisasi kebijakan pemutihan tersebut. (agw)