Tabung Gas 3 Kilogram Bocor, Tiga Ruko Milik Warga Dilalap Api

Petugas pemadam berusaha memadamkan api yang membakar ruko milik warga. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Seorang wanita bernama Ayu Ariningsih (41) dilarikan ke rumah sakit dengan luka cukup parah saat peristiwa kebakaran ruko di Pondok Rukun, Jalan Tukad Baru Barat, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan.

“Korban sudah dibawa ke RSUP Sanglah, dia mengalami luka bakar di tangan, wajah, dada dan perut,” terang salah satu petugas PMI Kota Denpasar saat dihubungi, Kamis (10/1/2019).

Peristiwa kebakaran di Yayasan Pondok Rukun yang berlangsung Kamis (10/1/2019) sekitar pukul 09:30 Wita membuat puluhan penghuni panik dan berhamburan menyelamatkan diri.

Menurut keterangan saksi sekaligus korban bernama Imam Syafei, saat berada di dalam kamarnya yang terletak di Blok H. 1, tiba-tiba ia mendengar suara tabung gas bocor dari warung milik kakaknya, Ayu Ariningsih, yang berada di Blok H. 2.

Saksi langsung keluar kamar dan melihat kakaknya sudah mengamankan tabung gas 3 kilogram yang bocor dengan memasukan tabung gas tersebut ke dalam ember berisi air di kamar mandi. Karena merasa sudah aman, saksi kembali kamarnya.

Namun tidak berselang lama, terdengar suara ledakan dan teriakan kakaknya minta tolong. Saat berlari keluar, saksi melihat warung milik kakaknya sudah terbakar. Warga yang mengetahui kemudian berusaha memadamkan api dan menghubungi pemadam kebakaran.

Kondisi bangunan yang berhimpitan satu sama lain, serta bangunan terbuat semi permanen membuat api cepat membesar. Akibat peristiwa tersebut, tiga unit ruko beserta isi milik warga habis terbakar.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Hadimastika KP menerangkan, penyebab awal kebakaran diduga berasal dari tabung gas 3 kilogram milik salah satu penghuni yang bocor.

“Meski saat tabung gas mengalami kebocoran dan korban sempat mengamankan, bocoran gas di dalam ruangan masih belum hilang. Ketika korban menghidupkan api, diduga sisa bocoran kemudian memicu terjadinya ledakan dan kebakaran,” kata Kanit Resrkim. (agw)