Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Bansos Ketua DPRD Klungkung, Polda Bali Periksa 30 Saksi

Direskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (Bansos) yang ditengarai melibatkan Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru terus didalami Polda Bali. Kabar terbaru, penyidik Dit Reskrimsus Polda Bali tengah mendalami keterangan kurang lebih 30 orang saksi.
Direskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho menjelaskan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi atas laporan dugaan tindak pidana korupsi oleh Wayan Baru yang dilaporkan salah seorang warga Klungkung, I Wayan Muka Udiana.
“Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap tempat-tempat yang dilaporkan oleh pelapor. Ya sebanyak 30 orang saksi. Tenang, masih berjalan,” kata Dirkrimsus saat dikonfirmasi, Selasa (16/4/2019).
Dijelaskan, hasil pengembangan terhadap laporan Wayan Muka, warga asal Banjar Sebunibus, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, ada beberapa warga yang mengembalikan dana bansos yang telah disalurkan. Dana yang sudah dikembalikan itu kata Kombes Yuliar tentu akan didalami juga.
“Ya kami sudah turun ke lapangan, sudah periksa sejumlah saksi. Mengapa dikembalikan, apakah murni tak bisa dilaksakan? Dari situ baru akan ditarik kesimpulan apakah di situ ada indikasi tindak pidana korupsi atau tidak,” jelasnya.
Sembari mendalami keterangan saksi, pihaknya sementara sedang melalukan pengumpulan dokumen tentang proses hibah yang diterima oleh kelompok masyarakat. Jika ditemukan ada indikasi tindak pidana korupsi tentu akan diproses sesuai dengan hukum. Namun prosesnya dilakukan setelah pemilu.
“Kini kita konsentrasi pemilu, sabar dulu ya. Yang pasti akan terus berproses dan mendalaminya. Jika sudah rampung kami akan kabari,” tandas Kombes Yuliar.
Ketika disinggung mengenai laporan yang sedang didalami itu juga diadukan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bareskrim Mabes Polri, Jaksa Agung, BPK RI, Kemendagri, Ombusmen Ri, dan Menkopolhukam oleh pelapor, Kombes Yuliar mengaku ia tak mempermasalahkan sebab itu hak dari semua warga negara.
Diberitakan sebelumnya, laporan dugaan adanya indikasi tindak pidana korupsi dalam penyaluran Bansos di Kabupaten Klungkung oleh Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru ini dilaporkan oleh I Wayan Muka Udiana ke SPKT Polda Bali dengan nomor laporan Dumas/96/III/2019/SPKT, Selasa (5/3/2019).
Wayan Muka dalam laporan berupa aduan menyebutkan dugaan penyalahgunaan dana bansos untuk pembangunan atau perbaikan pura di beberapa tempat di Nusa Penida. Tak hanya itu, Udiana juga mengadukan Wayan Baru ke KPK dan sejumlah lebaga lainnya seperti Bareskrim Mabes Polri, Jaksa Agung, BPK RI, Kemendagri, Ombusmen RI, Dan Menkopolhukam.
Dalam laporannya ke sejumlah lembaga negara tersebut, Wayan muka membawa sejumlah bukti penyalahgunaan dana Bansos pembangunan sejumlah Pura di Klungkung.
“Saya berharap penegak hukum segera rampungkan dan memanggil oknum Ketua Dewan Klungkung dan diperiksa. Dugaan korupsi ini akan saya bongkar. Saya tidak ingin masyarakat dibohongi. Bukti-bukti sudah saya serahkan kepada semua lembaga di Jakarta,” kata Wayan Muka beberapa waktu lalu. (agw)