Periksa Pemeran Video Mesum Dalam Mobil, Polisi Panggil Orang Tua dan Guru Pelaku

Ilustrasi tindakan asusila di dalam mobil.

Beritabalionline.com – Penyidik Subdit V Cyber Crime Direktorat Reskrimsus Polda Bali bergerak cepat mengusut video mesum yang dilakukan dua ABG di dalam mobil yang membuat heboh masyarakat lantaran beredar luas di dunia maya.
“Sudah ada dua orang pelaku diperiksa, masih di bawah umur karena berstatus pelajar,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja saat dikonfirmasi perkembangan penyelidikan video asusila dua ABG di dalam mobil, Minggu (28/4/2019).
Perwira melati tiga di pundak ini menjelaskan, dari hasil pemeriksaan diketahui jika penyebar video tersebut bukan dari kedua pelaku, melainkan dari temannya.
“Jadi, handphone pelaku awalnya dipinjam oleh temannya yang juga sama-sama masih di bawah umur, kemudian video di coppy dan lalu tersebar,” jelas mantan Kabag Binkar Biro SDM Polda Bali ini.
Kombes Hengky mengatakan, setelah video tersebut viral, penyidik langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa sebanyak 17 orang saksi, termasuk kedua pelaku. Kendati demikian lanjutnya, penyidik mengupayakan jalan mediasi. Kedua orang tua pelaku serta gurunya juga dipanggil agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya.
Informasi diperoleh, perbuatan mesum tersebut berlangsung pada tahun 2018 lalu di kawasan Renon, Denpasar Timur. Si cewek masih duduk di kelas 3 SMP, sedangkan yang laki-laki merupakan siswa kelas 1 SMA di Denpasar.
Belum selesai kasus video adegan mesum di dalam mobil, publik kembali dihebohkan dengan video serupa yang juga diduga dilakukan dua orang pelajar. Ironisnya, si cewek beradegan mengenakan kebaya kuning dengan bawahan kain (kamben), sementara sang pria bercelana pendek dan baju kaos hitam.
Adegan tidak senonoh diduga dilakukan di ruang kelas karena di lokasi terdapat papan tulis, bangku siswa dan meja guru. Pasca beredar luas video tersebut, Unit Cyber Dit. Reskrimsus Polda Bali langsung melakukan penyelidikan.
“Kami selidiki pengunggah pertama video Asusila itu ke media sosial. Termasuk men-take down ratusan video yang tersebar,” kata Kasubdit V Dit. Reskrimsus Polda Bali Kompol I Gusti Ayu Putu Suinaci saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Kompol Putu Suinaci menambahkan, tidak hanya penyebar pertama, orang-orang yang turut menyebarluaskan video asusila itu juga akan dijerat hukum.
“Tidak usah disimpan atau dibagikan. Hapus saja video itu. Nanti kalau terbukti menyebarluaskan pelakunya akan dijerat dengan UU ITE Pasal 27 Ayat 1 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp10 miliar,” tegas Suinaci. (agw)