Dua Hari, Polresta Denpasar Amankan 728 Gram Sabu dari Tangan Kurir Narkoba

Ratusan gram sabu diamankan Polresta Denpasar dari empat orang kurir narkoba (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Empat orang kurir narkoba dibekuk petugas gabungan dari Sat Resnarkoba Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali. Keempat pelaku masing-masing bernama Indra (31), Nanda (40), Arya (33) dan Fendy (32).
“Dari tangan para pelaku kita mengamankan barang bukti sabu seberat 728,66 gram,” jelas Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan saat ekspose kasus di Mapolresta Denpasar, Kamis (2/4/2019).
Pengungkapan kasus dengan barang bukti sabu senilai kurang lebih Rp1 miliar tersebut berlangsung dua hari berturut-turut yakni tanggal 24 dan 25 April 2019. Awalnya petugas menangkap Indra di Jalan Gatot Subroto Timur, Denpasar, Rabu (24/4/2019).
Tak lama berselang, petugas kembali mengamankan Nanda di Jalan Tukad Citarum, Denpasar Selatan. Hasil pengembangan, esok harinya, Kamis (5/4/2019) petugas meringkus dua pelaku lain yakni Arya dan Fendy. Keduanya dibekuk di Jalan By Pass Sanggaran, Denpasar Selatan.
“Mereka merupakan kurir sekaligus tukang menempel barang. Dari pengakuan, untuk sekali tempel para kurir ini diberi upah Rp50 ribu,” jelas Kapolresta didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Aris Purwanto.
Kombes Ruddi menerangkan, barang haram dibawa dari luar Bali. Yang mencengangkan, sabu tersebut awalnya beratnya 1 kilogram. Sebelum berhasil dibekuk, para tersangka sudah terlebih dulu mengedarkan sabu seberat 250 gram lebih.
Disinggung ada dugaan napi LP Kerobokan sebagai pengendali peredaran sabu seperti kasus-kasus sebelumnya, Kombes Ruddi hanya mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pendalaman guna mengungkap siapa yang memiliki barang tersebut.
“Dengan pengungkapan kasus ini, kami dapat menyelamatkan sebanyak 4.000 lebih masyarakat Bali. Untuk para tersangka kita kenakan pasal 112 ayat (2) dan UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun,” tegas Kapolresta. (agw)