Analisa Menkes: Penyebab Kematian Petugas KPPS karena Kelelahan dan Sakit Bawaan

Pemeriksaan medis petugas KPPS. (foto : Merdeka.com)

Beritabalionline.com – Kementerian Kesehatan membuat surat edaran kepada seluruh kepala dinas kesehatan seluruh Indonesia, untuk memberikan data audit medik para petugas pemilu yang meninggal dunia. Dengan data tersebut, Kemenkes dapat mengkaji penyebab wafatnya para pahlawan pemilu.

Data sementara yang sudah diterima Kemenkes adalah data dari Dinkes DKI Jakarta. Menkes Nila Moelok menyatakan 18 petugas pemilu di DKI yang meninggal dunia, semuanya berusia di atas 50 tahun.

“Usia meninggal terbanyak di atas 50 sampai 70 tahun. Dua orang 70 tahun. Jumlah terbanyak usia tua,” kata Nila di Kantor KPU RI, Rabu (8/5/2019), dilansir merdeka.com.

Penyebab kematian terbanyak karena sakit jantung atau gagal jantung.

“Kami sudah dapat dari DKI Jakarta yang meninggal 18 orang. Dilakukan audit medik, diketahui 8 orang sakit jantung, mendadak gagal jantung, liver, stroke, gagal pernapasan dan meningitis,” jelasnya

Dia melanjutkan, dugaan penyebab kematian adalah kelelahan. Selain itu, ada juga karena penyakit yang sudah diidap sebelumnya.

“Memang (petugas) tidak ada pemeriksaan kesehatan sebelumnya. Contoh mereka ternyata punya penyakit sebelumnya, namun kami melihat ternyata orang Indonesia 34 persen hipertensi dan 70 persen tidak mengetahui mereka punya hipertensi. Dari 34 persen ini, hanya 1 persen minum obat. Jadi kita punya potensi kemudian stroke,” jelasnya.

“Mungkin sudah punya faktor risiko (penyakit), tapi betul ditambah pekerjaan lebih berat,” tambah Nila.

Menurut data Kemenkes, angka keluarga sehat di Indonesia masih rendah. “Dari angka riset kami keluarga sehat hanya 16,8 persen,” katanya.

Sementara itu, angka kematian petugas Pemilu di DKI tidak mengalami peningkatan dari pemilu sebelumnya. “Data DKI dibanding data sebelumnya, dari tiga kecamatan pola kematian ini tidak lebih tinggi dengan kurun waktu 2017 tidak lebih tinggi dari tahun sebelumnya,” ucapnya. (itn)