Serukan People Power, Polisi Tetapkan Eggi Sudjana sebagai Tersangka Makar

Eggi Sujana. (foto : net)

Beritabalionline.com – Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya menetapkan Politikus PAN Eggi Sudjana sebagai tersangka kasus pernyataan ‘people power’. Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

“Iya betul ditetapkan sebagai tersangka,” kata Argo saat dikonfirmasi, Kamis (9/5/2019), dilansir merdeka.com.

Eggi yang merupakan tim pemenangan Prabowo-Sandiaga itu akan jalani pemeriksaan pada Senin (13/5/2019) mendatang. Dalam surat panggilan itu, Eggi telah diperiksa sebagai tersangka.

Untuk diketahui, Eggi telah menjalin pemeriksaan pada Jumat (26/4) hingga Sabtu (27/4) dini hari. Ada ratusan pertanyaan dicecar kepada caleg PAN tersebut.

Eggi dilaporkan oleh politikus PDIP S Dewi Ambarawati alias Dewi Tanjung atas pidatonya yang menyerukan people power. Eggi pun dilaporkan ke polisi atas dugaan pemufakatan jahat atau makar dan dugaan melanggar UU ITE Pasal 107 KUHP junto Pasal 87 KUHP atau Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.

 

Pengacara Cium Kejanggalan

Terkait status tersangka ini, Pengacara Eggi Pitra Romadoni mengaku baru mendapatkan informasi itu dari pesan WhatsApp. Dalam pesan itu, polisi memanggil Eggi untuk diperiksa pada Senin 13 Mei nanti.

Dia mengaku sangat kecewa dengan polisi yang dinilai sangat cepat menetapkan Eggi sebaik tersangka. Sebab, pihaknya dari awal sudah mengajukan nota protes dan keberatan terhadap pemeriksaan Eggi Sudjana.

“Ada poin-poin nya dari kami Tim advokat, pemanggilan pertama itu dia langsung SPDP dalam artian langsung dimulai penyidikan seharusnya ketentuan sesuai dengan KUHP ini kan harus ada wawancara dulu undangan dulu, atau pun klarifikasi, ini tidak ada undangan wawancara atau klarifikasi langsung di keluarkan SPDP oleh Polda yang dikirim ke jaksaan negeri,” jelas Pitra.

Jadi perlu dipertegas, kata dia, Eggi itu tidak pernah melakukan makar menggulingkan pemerintahan yang sah. Dia menambahkan, kalau makar ini kan ada upaya untuk membunuh pemerintah, ini kan tidaka ada.

Eggi, kata dia, hanya berpendapat jika terjadi kecurangan dalam Pemilu 2019. Eggi juga sah berpendapat demikian karena bagian dari advokat Tim Prabowo-Sandiaga.

“Satu lagi dia ada surat kuasa dari Amien Rais untuk menjelaskan soal people power ini, nah lantas kenapa advokat dipidana, kan dalam Pasal 16 pasal advokat, advokat tidak bisa dipidana, digugat secara perdata, loh dia seorang advokat kok dipidanakan,” tutur Pitra lagi. (itn)