Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Selama Bulan Ramadhan, Pemkot Denpasar Gencarkan Pasar Murah

Pasar Murah di Kota Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Selama Bulan Suci Ramadhan dan menjelang Hari Suci Idul Fitri, harga bahan-bahan kebutuhan pokok mengalami lonjakan , yang tak jarang memicu inflasi.

Untuk menekan kenaikan dan menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok saat Bulan Suci Ramadhan, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bekerja sama dengan sejumlah pihak menggencarkan kegiatan Pasar Murah berkelanjutan yang menyasar 8 titik di seluruh kecamatan di Kota Denpasar.

Kali ini kegiatan Pasar Murah dipusatkan di Kompleks Pertokoan Kerta Wijaya, Jalan Diponegoro, Kelurahan Dauh Puri, Denpasar Barat, Jumat (17/5/2019).

Kegiatan Pasar Murah ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan Peraturan Walikota Denpasar No 36 Tahun 2018 Tentang Pengurangan Penggunaan Plastik Kresek yang melibatkan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Denpasar untuk memberikan tas ramah lingkungan kepada warga masyarakat yang datang berbelanja.

Plt. Kadisperindag Kota Denpasar IB Anom Suniem saat ditemui mengatakan, dilaksanakannya Pasar Murah ini bertujuan untuk menekan kenaikan harga selama Bulan Suci Ramadhan dan menjelang Hari Suci Idul Fitri. Sehingga bahan kebutuhan pokok dan sembako harganya lebih murah di bandingan harga di pasaran.

“Hal ini dikarenakan kami bekerjasama dengan sejumlah distributor yang menjual produknya dengan harga eceran terendah,” kata dia.

Harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Murah diajual lebih murah dibandingkan di pasaran. Di antaranya bawang merah dijual Rp.25.000,00/kg, bawang putih Rp.30.000,00/kg. “Rata- rata lebih murah Rp.1000,00 rupiah dibandingkan harga di pasaran,” ungkapnya.

Dijelaskan Anom Suniem, sejumlah distributor yang digandeng Pemkot Denpasar dalam Pasar Murah ini adalah Perum Bulog PT Perusahan Perdagangan Indonesia, Hiswana Migas, PT Halus Ciptanadi, Pertamina, PT GIEB Indonesia, PT Tiara Dewata, Pedagang Buah, CV Ayu Nadi dan Level 21.

Pasar Murah di Kota Denpasar dilaksanakan di dua lokasi pada empat kecamatan. Dengan demikian, Pasar Murah dilaksanakan selama 8 kali.

Anom Suniem berharap pasar murah ini dapat secara maskimal memberikan kemanfaatan bagi masyarakat dalam penyediaan bahan kebutuhan pokok. Dengan demikian, upaya pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat terutama dibidang pangan dapat dimaksimalkan. (tra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *