Tak Puas Kelompok Lain Terima Gaji, Buruh Proyek Asal Sumba Mengamuk

Brimob bersenjata laras panjang dikerahkan menangkap buruh pelaku penyerangan. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Sekelompok buruh proyek asal Sumba, NTT mengamuk dan menyerang sesama pekerja proyek asal Sumba saat mereka tengah bekerja di Jalan Tukad Balian tepatnya di sebelah warung Solin nomor 129 Renon, Denpasar Selatan.

“Delapan orang kami amankan dan sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” terang Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Hadimastika KP ketika ditemui di Mapolsek Denpasar Selatan (Densel), Selasa (11/6/2019).

Aksi penyerangan bermula saat kedua kelompok saling mengenal ini menggelar pesta minuman keras. Di bawah pengaruh alkohol, para tersangka bertanya kepada pekerja proyek lainnya apakah sudah memperoleh gaji dari mandor bangunan bernama Anom.

Tanpa beban, pekerja lain mengaku sudah memperoleh gaji. Pengakuan ini membuat para tersangka tidak puas dan marah. Tepat di hari raya Idul Fitri, Rabu (5/6/2019) sekitar pukul 13.30 Wita, mereka lalu mendatangi lokasi proyek untuk mencari mandor bangunan.

Lantaran tidak ketemu, tersangka yang sedari awal membawa senjata tajam ini melampiaskan amarah dan menyerang sesama buruh proyek. Mendapat serangan, para buruh proyek yang tengah bekerja tidak tinggal diam.

Saling lempar benda keras sesama buruh proyek asal Sumba tak terhindarkan. Peristiwa tersebut akhirnya viral di media sosial. Dalam kejadian, sebuah warung di dekat lokasi kejadian rusak karena terkena lemparan, serta sebuah sepeda motor Honda PCX warna merah juga penyok di bagian body terkena lemparan batu.

“Tidak ada terluka baik penyerang maupun yang diserang, memang ada yang membawa senjata tajam, tapi mereka hanya lempar-lemparan batu saja. Yang rusak warung sama sepeda motor warga,” kata Kanit Reskrim. (agw)

Total Page Visits: 5 - Today Page Visits: 1