Kejuaraan Kempo Kapolda Cup 2019 Digelar Akhir Juni

Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Drs Petrus Reinhard Golose, MM (kelima dari kiri) saat menerima Dogi dari Wakil Ketua Perkemi Bali, Fredrick Billy dalam acara audensi di Hotel Kartika Plaza.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Dengan tujuan lebih meningkatkan pembinaan generasi muda khususnya dibidang olahraga, Pengprov Perkemi Bali bersinergi dengan Polda Bali menggelar kejuaraan kempo yang sifatnya terbuka (open) bertajuk Kapolda Bali Cup 2019.

Hal ini terungkap saat sejumlah pengurus inti Pengprov Perkemi Bali beraudensi dengan Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Drs Petrus Reinhard Golose, MM di Hotel Kartika Plaza, Kamis (13/6/2019) siang. ”Bapak Kapolda sangat antusias menerima kami (pengurus) dan beliau sudah banyak tahu tentang ilmu beladiri kempo,” ujar Wakil Ketua Pengprov Perkemi Bali, Fredrik Billy saat dikonfirmasi Minggu (16/6/2019).

Pada kesempatan itu, Kapolda Golose yang dikenal hobi olahraga seperti menembak dan tenis meja (pingpong) ini mengatakan, pernah mendalami ilmu Beladiri Polri yakni judo, bahkan sebagai atlet nasional dan juara saat masa pendidikan.

”Pada pertemuan itu, kami pengurus juga mohon Bapak Kapolda duduk sebagai Ketua Dewab Kehormatan Perkemi Bali dan beliau menerima dengan senang hati. Bukan itu saja, beliau juga siap membantu Perkemi dalam memajukan olahraga kempo Bali, terutama pembinaan generasi muda dan prestasi kempo secara nasional,” terang Billy.

Atas kesediannya, pada momen itu secara simbolis pengurus Perkemi Bali menyerahkan Dogi (baju latihan), Kromo (baju kebesaran kempo) serta Hoi (ikat pinggang) kepada Kapolda Golose sebagai tanda ketulusan (bushido) dalam membina generasi muda di Bali khususnya pada cabang olahraga kempo.

Billy menambahkan, even baru kali pertama yang mengambil tema ”Melalui Kejuaraan Shorinji Kempo Open Kapolda Cup 2019, kita tingkatkan Prestasi Atlet Kempo Bali Menuju Prestasi yang lebih baik” akan digelar di GOR Lila Bhuana Denpasar (28-30 Juni 2019). ”Kami targetkan peserta kejuaraan maksimal 400 orang mulai atlet (kenshi), manajer dan ofisial,” jelas peraih medali emas randori untuk Bali pada PON tahun 1989 ini.

Atlet atau kenshi yang boleh ikut pada kejuaraan terbuka ini, adalah mereka yang berusia 17 tahun ke atas dan pada saat pertemuan teknik menunjukkan identitas diri yang sah seperti Akte Kelahiran, Surat Kenal Lahir atau bukti lain yang sah dan dapat diterima Panitia Pelaksana. (Panpel).

Persyaratan lainnya, kenshi yang boleh ikut minimal sudah II Kyu dan maksimal III DAN serta tercatat minimal 1 (satu) tahun secara terus-menerus berdomisili di daerah yang mengutusnya. ”Selain 9 kabupaten/kota se-Bali, kejuaran ini juga akan diikuti utusan dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur,” ungkap Billy seraya menambahkan, kejuaraan akan mempertandingkan 23 Nomor dan Kelas mulai Randori dan Embu Berpasangan dan Beregu.

Untuk Randori putra yakni, Kelas 55kg, 55kg, 60kg, 70kg, 75kg, 75kg ke atas. Embu putra, berpasangan Kyu Kenshi, berpasangan I DAN, berpasangan II/III DAN dan embu beregu. Sedangkan di bagian putri, randori kelas 45kg, 55kg, 60kg, 65kg. Embu; Berpasangan Kyu Kenshi, Berpasangan I DAN, Berpasangan II/III DAN dan Embu beregu. Juga dipertandingan nomor Embu Berpasangan Campuran Kyu kenshi, Embu Berpasangan Campuran Yudansha dan Embu Beregu Campuran (Kerapihan Teknik). (yaw)