Dipimpin Wabup, Peserta Diklatpim Kabupaten Joneponto Kunjungi Jembrana

Kunjungan dari peserta diklatpim kabupaten joneponto.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Sebanyak 70 peserta Diklatpim Tingkat IV  Kabupaten Joneponto Propinsi Sulawesi Selatan,  melaksanakan kunjungan study banding ke Kabupaten Jembrana, selasa ( 18/6/2019). Robongan  dipimpin langsung Wakil Bupati Kabupaten Joneponto, Paris Yasir diterima Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bertempat di Aula pertemuan Jimbarwana.

Dihadapan Wabup I Made Kembang Hartawan serta  Asisten I Setda Kabupaten Jembrana I Nengah Ledang dan segenap  pimpinan  OPD Kabupaten Jembrana,  Paris Yasir mengatakan kegiatan Benchmarking ( study perbandingan ) ini  sangat strategis bagi pemerintah daerah dalam mendorong akselerasi pembangunan.

Khususnya  pengembagan pariwisata, sesuai dengan visi pemerintah Joneponto yakni Joneponto Smart 2023 (berdaya saing, maju, religius dan berkelanjutan) .

“Salah satu prioritas kami adalah berupaya untuk melakukan pengembangan sector pariwisata. Karena Bali telah dikenal luas pariwisatanya makanya kamiberharap bisa belajar, terutama langkah-langkah pengembangan pariwisata yang ada di Kabupaten Jembrana. Nantinya hasil selama kunjungan ,  dapat memberikan  masukan dan informasi dalam rangka pembahasan program  di Joneponto,“ujar Yasir.

Ia juga  menjelaskan rencana proyek perubahan peserta Diklatpim harus dapat diimplementasikan dalam program pembangunan di Kabupaten Jeneponto. “ Karena pentingnya manfaat kegiatan ini, saya mengawal langsung para peserta agar proyek perubahan peserta Diklatpim dapat diimplementasikan , “ paparnya.

Selain sektor pariwisata , beberapa OPD terkait jugaikut menjadi obyek kunjungan. OPD itu antara lain  BKPSDM, Dinas Penanaman Modal,  Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, Kantor Camat Jembrana termasuk beberapa Kantor Kelurahan yang berada dekat Kantor Bupati Jembrana.

Sementara Wabup Jembrana  I Made Kembang Hartawan mengatakan, dilihat dari PAD , Kabupaten Jembrana bukan tergolong kabupaten kaya jika dibandingkan kabupaten lainnya di Bali. Tahun ini PAD kita(Jembrana) hanya dikisaran Rp.128 M   dengan total APBD sebesar Rp. 1,1 triliun. Namun demikian kami tetap optimis untuk meningkatkan dan menggerakkan sector-sektor pembangunan khususnya sector pariwisata, “ujarnya.

Saat ini, Kata Kembang, di Kabupaten Jembrana telah banyak muncul  objek-objek wisata yang cukup menjanjikan. “Jika sebelumnya orang menyeberang  dari Banyuwangi ke Bali,  tiba di Jembrana mereka belum merasakan berada di Bali. Nah image itu perlahan –lahan kita hilangkan dengan serangkaian penataan.

Mulai dari  penataan kawasan Gilimanuk dengan patung siwanya yang megah menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Belum lagi di pusat perkotaan khususnya di areal pura Jagatnatha kami , dengan Kebun  Raya  didalamnya sebagai objek wisata tematik, “  terang Kembang.(yaw)