Jadi Kurir Sabu dan Ekstasi, Pria Ini Divonis 10 Tahun Penjara

Arief Efendi (33) tampak tertunduk lesu setelah divonis hukuman 10 tahun penjara. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Sepak terjang Arief Efendi (33) malang melintang di dunia peredaran ‘benda haram’ atau narkoba berakhir sudah. Pasalnya, terdakwa yang ditangkap di Jalan Tukad Petanu, Denpasar itu, dalam sidang, Rabu (10/7/2019) divonis cukup tinggi, yakni 10 tahuh penjara.

Dengah vonis itu, dapat dipastikan jika terdakwa yang tinggal di Jalan Tukad Otan itu pun bakal menghabiskan masa mudanya di dalam LP Kerobokan. Vonis ini sebanding dengan barang bukti narkoba yang ada padanya, yaitu 26 paket sabu dan 250 butir pil ekstasi.

Majelis hakim PN Denpasar pimpinan Esthar Oktavi dalam amar putusannya mengatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Wayan Adi Antari yang menyebut perbuatan terdakwa melanggar Pasal 112 ayat (2) UU Narkotika.

Namun, majelis hakim tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dimohonkan jaksa. Dimana pada sidang sebelumnya, jaksa menuntut agar terdakwa dihukum penjara selama 14 tahun, denda satu miliar rupiah subsider empat bulan penjara.

Setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan, majelis akhirnya memangkas hukuman 14 tahun yang dimohonkan jaksa menjadi 10 tahun. “Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun, denda satu miliar subsider tiga bulan kurungan,” tegas Hakim Esthar dalam putusannya.

Merespon putusan itu, terdakwa yang didampingi tim pengacara dari PBH Peradi Denpasar langsung menyatakan menerima. Sedangkan Jaksa Adi Antari yang diwakili Jaksa Mia Fida memilih untuk pikir-pikir.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terdakwa ditangkap Polisi pada tanggal 22 Desember 2018 sekira pukul 20.15 WITA di Jalan Tukad Petanu. Sebelum ditangkap, terdakwa terlebih dahulu dihubungi oleh Mangku (DPO) yang memerintahkan terdakwa mengambil paketan berupa satu buah kantong plastik di Jalan Dewi Sri, Badung.

Usai mengambil paketan itu, terdakwa kembali ketempat kostnya. Sampai di kost, terdakwa membuka paketan yang diambil tadi yang ternyata di dalamnya berisi beberapa paket sabu serta ekstasi.

Selanjutnya Mangku meminta terdakwa menaruh 10 butir ekstasi di daerah Sanur dan 5 butir ekstasi di daerah Iman Bonjol. ”Sedangkan barang yang masih tersisa disimpan terdakwa juga atas perintah Mangku, ” ungkap jaksa.

Namun apes, saat terdakwa kembali mendapat perintah dari Mangku untuk meletakkan sabu di Jalan Tukad Petanu, terdakwa ditangkap polisi. Pada saat ditangkap, polisi mengamankan satu plastik klip yang di dalamnya diduga berisi sabu.

Polisi lalu melakukan penggeledahan di tempat tinggal terdakwa dan behasil mengamankan 26 paket sabu dan 254 butir pil ekstasi yang disembunyikan di bawah tempat tidur. (sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *