Ketua Dekranasda Bali Cemaskan Masa Depan Kain Tenun Songket Lokal

Ny Putri Suastini Koster saat mengunjungi Kantor Dekranasda Kabupaten Tabanan. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster menyatakan, pada periode lima sampai 10 tahun mendatang, dikhawatirkan tidak ada lagi tenaga penenun kain songket yang mau membuka usaha sekala rumahan di Pulau Dewata.

Kekhawatiran ini mengemuka, dikarenakan masyarakat Bali belakangan ini lebih memilih menggunakan produk kain bordir yang desain dan motifnya menyerupai motif kain tenun songket. Pilihan jatuh ke kain bordir sehubungan harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga kain tenun songket Bali yang asli.

“Padahal jika dilihat lebih jauh, tenun songket Bali bukan jenis kain biasa, melainkan suatu jenis kain hasil tenunan tradisional Bali dengan proses yang unik dan klasik. Karenanya, kait soangket Bali telah menghasilkan item yang ‘limited edition’,” ujar Ny Putri Koster saat membuka ‘Workshop Pelestarian Kain Tenun Songket Bali’,  di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya, Denpasar, Rabu (10/7/2019).

Adanya kekhawaritan kain tenun songket ditinggalkan peminat, istri orang nomor satu di Bali itu mengajak  masyarakat Bali untuk bersama-sama mampu menjaga dan melestarikan warisan para leluhur yang adiluhung ini. “Mari kita bersama-sama menjaga dan mencintainya, sehingga kain tenun songket pada gilirannya tetap mampu bertahan di masyarakat,” ujarnya, menekankan.

Ny Putri Koster menyatakan, workshop kali ini yang diselenggarakan atas kerja sama Dekranasda Provinsi Bali dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, dimaksudkan untuk lebih membangkitkan eksistensi kain tenun songket Bali yang sudah mulai ditinggalkan, karena kalah bersaing dengan produk kain bordiran.

Dia mengakui, minimnya minat konsumen membeli kain tenun Bali dan beralih pada kain bordir, tentu akan mematikan usaha perajin kain tenun songket Bali. Untuk itu, ia mengajak para perajin maupun pelaku usaha bordir, dapat menciptakan motif bordir sendiri dan tidak meniru motif kain tenun songket Bali yang sudah ada selama ini. (tra)