Pilot Pencuri Jam Tangan Divonis 3,5 Bulan Penjara

Putra Setiaji alias Aji. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Oknum pilot salah satu maskapai penerbangan swasta, Putra Setiaji alias Aji yang kedapatan mencuri jam tangan merk Seiko seharga Rp4.950.000 di Inti Dufree Promosindo (IDP) Kompleks Bandara Ngurah Rai, Rabu (10/7/2019),  divonis super ringan yakni, tiga bulan lima belas hari (3,5 bulan).

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan Bambang Ekaputra ini nyaris setengah lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Gede Bamax Adi Wibowo yang sebelumnya menuntut enam bulan penjara.

Bambang Ekaputra, yang tidak lain adalah Kepala Pengadilan Negeri (KPN) Denpasar dalam putusannya menyatakan, terdakwa yang mengaku mengidap kleptomania itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian.

“Menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pencurian, oleh karena itu menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama tiga bulan dan lima belas hari,” tegas Hakim Bambang Ekaputra dalam putusannya. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 362 KUHP.

“Terdakwa memiliki hak untuk merima atau banding atas putusan ini. Silahkan berunding dengan penasehat hukumnya,” kata Hakim Bambang Ekaputra.

“Kami menerima putusan ini yang mulai,” jawab kuasa hukum terdakwa usai berunding dengan terdakwa.

Diberitakan sebelumnya, di muka sidang pilot yang digaji Rp30 juta perbulan ini mengaku tidak sadar telah mengambil jam tangan merk Seiko di Inti Dufree Promosindo (IDP) yang berlokasi di komplek Bandara Ngurah Rai, Bali.

Terdakwa juga mengatakan sempat menawarkan untuk membayar jam yang diambil itu. “Tapi pihak Inti Dufree Promosindo tidak mau dan tetap ingin membawa kasus ini ke pengadikan,” ungkap terdakwa.

Yang terakhir, terdakwa dimuka sidang juga mengaku pernah menjalani perawatan medis atas penyakit kleptomania di tahun 2008 silam.

Sementara itu sebagaimana dalam dakwaan yang dibacakan di muka sidang diterangkan, kasus yang membelit terdakwa ini berawal saat terdakwa datang ke IDP yang berada di Terminal Keberangkatam Bandara Ngurah Rai, Tuban, Selasa (29/1/2019) sekitar pukul 21.15 WITA.

Saat itu terdakwa melihat sebuah jam tangan yang ada dimeja pajang. Melihat itu terdakwa pun berpura-pura menanyakan letak stand kaca mata kepada saksi I Wayan Candra Adiputra, yang tidak lain adalah karyawan IDP.

Saksi yang belum mengetahui niat terdakwa itu berjalan mendahului dengan tujuan untuk menunjukkan stand kaca mata. “Saat saksi berjalan di depan, dengan cepat terdakwa menyambar jam tangan merk Seiko warna hitam yang dipajang itu,” beber jaksa Kejati Badung ini.

Usai mengambil jam tangan tersebut, langsung oleh terdakwa dimasukan kepada saku celana dan meninggalkan IDP tanpa membayar. Perbuatan terdakwa ini akhirnya terendus saat salah atau karyawan IDP melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Polisi akhirnya memeriksa sejumlah CCTV yang ada sekitar lokasi kejadian. Dari kamera CCTV itulah terungkap jam tangan itu hilang dari tempatnya karena diambil oleh terdakwa. (sar)