Harga Kakao Anjlok, Cengkeh Mulai Naik

Pengeringan kakao.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Musim panen kakao di Jembrana tidak membuat petani bisa tersenyum. Pasalnya, harga biji kakao kering hasil panen mereka terus anjlok.

Menurut beberapa petani kakao, Sabtu (13/7/2019) saat awal musim panen Juni lalu harga biji kakao keering cukup lumayan yakni Rp.40 ribu perkilogram. Namun harga itu tidak bertahan lama dan terus mengalami penurunan dan kini hanya Rp 27 ribu perkilo.

Anjloknya harga biji kakao kering ini terjadi diperkirakan karena musim panen ini bersamaan dengan tahun ajaran baru siswa sekolah.

Dimana saat tahun ajaran baru petani kakao berlomba-lomba menjual kakao untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, padahal kualitas kakao yang dijual tidak terlalu baik.

” Turunnya harga kakao bukan karena panen raya. Tapi karena bertepatan dengan tahun ajaran baru. Ini terjadi setiap panen bertepatan dengan tahun ajaran baru. Kalau panen raya biasanya harga kakao justru tinggi,” ujar Kadek Ardini,46, seorang petani kakao sekaligus pengepul kakao kering asal Banjar Bungbungan, Desa Yehembang, Mendoyo.

Menurutnya, seminggu lalu harga kakao terjual Rp 30 ribu perkilo. Namun terus menurun dan saat ini hanya Rp 27 ribu perkilo. Itupun buah kakao kering dengan kadar air (KA) 12 persen.

.”Saat tahun ajaran baru kan banyak petani yang punya anak sekolah jual cepat-cepat kakaonya untuk keperluan anak sekolah. Tapi penjualannya tidak diimbangi kualitas buah kakao yang bagus.H arga ini akan terus mengalami penurunan hingga siswa mulai sekolah,”ungkapnya.

Sementara itu harga cengkeh yang saat awal panen bulan Juni lalu, harga cengkeh kering di tingkat petani mencapai Rp. 125 ribu perkilo lalu anjlok sampai Rp.60 ribu perkilo kini mulai naik.

Kenaikan harga cengkeh dari Rp. 60 ribu perkilo menjadi Rp.70 ribu mulai terjadi sejak seminggu lalu.

“Harga cengkeh memang mulai naik. Namun demikian harga cengkeh ini masih tergolong murah,” ujarnya. dengan harga Rp.70 ribu perkilo tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan petani mulai dari ongkos harian memetik cengkeh mencapai Rp 120 ribu per orang, biaya biaya pemeliharaan maupun biaya transportasi untuk menjual hasil panen.(yaw)