Ombudsman Anggap Pejabat DLHK Terjaring OTT Coreng Pemkot Denpasar

Tim Ombudsman RI Datangi Pemkot Denpasar. (foto ist)

Beritabalionline.com – Operasi Tangkap Tangan oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Denpasar terhadap salah satu Kasi di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar berisinial IWK (44) mendapat reaksi dari berbagai kalangan.

Tidak sedikit yang menyayangkan kasus tersebut terjadi, termasuk Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab.

“Kita sangat sayangkan, tentu akan memberikan image buruk terhadap Pemkot yang sedang berupaya keras membangun pemerintahan kota yang bersih,” ucap Kepala Ombudsman saat dimintai tanggapan, Jumat (19/7/2019) di Denpasar.

Ditanya terkait sanksi terhadap oknum pejabat DLHK Kota Denpasar jika dugaan kasus suap benar-benar terjadi, Umar meminta Walikota Denpasar sesegera mungkin mengambil langkah tegas.

“Jika terbukti, Pemkot harus mengambil langkah tegas sesuai tingkatan pelanggaran disiplin yang ada, sesuai aturan berlaku,” kata Umar.

Informasi dirangkum, sebelum teraring OTT, IWK mengadakan rapat sekaligus makan siang dengan sejumlah rekanan perusahaan terkait pembahasan dan peninjauan lapangan oleh tim UKL-UPL di Pizza Hut di Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar, Kamis (11/7/2019) lalu sekitar pukul 13.00 WITA.

Saat itu IWK diduga meminta sejumlah uang dari pemrakarsa yang mengurus dokumen UKL-UPL. Mendapat informasi tersebut, Unit Tipikor Satreskrim Polresta Denpasar melakukan penyelidikan dan menangkap IWK di Jalan Tukad Badung nomor 111 X, Denpasar Selatan.

Ketika melakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa sebuah map merah berisi amplop warna putih berisikan uang tunai sebesar Rp1 juta, sebuah amplop berisi uang Rp2 juta di dashboard mobil yang digunakan IWK.

Tidak itu saja, saat menggeledah mobil Toyota Avanza warna hitam milik terlapor, polisi menemukan sebuah tas ransel berisi empat amplop. Tiga amplop masing-masing berisi uang Rp200 ribu, sementara satu amplop berisi uang Rp150 ribu.

Terpisah Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan menerangkan jika saat ini IWK masih berstatus terlapor sehingga tidak dilakukan penahanan. Kasat menambahkan pihaknya sedang melakukan pemeriksaan untuk melengkapi bukti-bukti termasuk pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Pemeriksaan terhadap terlapor akan membutuhkan waktu yang lama. Langkah awal kita sudah melaksanakan pemeriksaan 1×24 jam. Jadi kita sedang melengkapi terkait dengan pembuktian juga bahwa saksi harus diperiksa termasuk juga beberapa dinas yang terkait,” jelas Kasat. (agw)