Polda Bali Jaring 53 Pelaku Kejahatan, Satu Diantaranya Warga Asal Bulgaria

Polda Bali mengamankan 53 tersangka pelaku kejahatan dalam Operasi Pekat Agung 2019. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Polda Bali dalam rangka Operasi Pekat Agung 2019, berhasil mengamankan 53 tersangka pelaku kejahatan dalam 59 kejadian yang meliputi aksi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Operasi Pekat Agung tercatat dilancarkan petugas selama 16 hari, mulai dari 27 Juni hingga 12 Juli 2019 di seluruh daerah atau lingkup Polres dan Polresta di jajaran Polda Bali.

Dirreskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan SIK MSM kepada wartawan di Denpasar, Jumat (19/7/2019) mengatakan, dari 59 kejadian, pihaknya berhasil mengamankan 53 tersangka pelaku kejahatan, meliputi 29 tersangka curat, 6 tersangka curas, dan 24 tersangka curanmor.

“Dari tersangka sebanyak itu, enam di antaranya terpaksa kami lumpuhkan dengan tembakan karena berusaha melawan dan mencoba melarikan diri saat mau ditangkap petugas,” ujar Kombes Andi Fairan.

Andi Fairan melanjutkan, terdapat 1 kasus yang paling menonjol yaitu aksi kejahatan ‘skimming’ yang melibatkan tersangka KS, warga negara asing (WNA) asal Bulgaria.

“Tersangka KS ini sudah kami amankan sejak 9 Juli lalu,” kata Andi dengan menambahkan, tersangka ditangkap petugas  di depan salah satu ATM di Supermarket Bali Delli  di Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung, saat mencoba  melancarkan aksinya.

Dari hasil pemeriksaan polisi, KS terungkap berhasil membobol ATM dengan cara memasang alat router dan panel camera di suatu ATM untuk dapat mengetahui nomor pin dan data nasabah yang melakukan transaksi di ATM yang akan dibobolnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan petugas dari KS meliputi 1 buah perangkat router, 26 buah kartu warna putih berisi magneticstrip, uang tunai Rp2.990.000, 1 buah scrapper dan 1 buah perangkat kamera yang berisi memorycard.

“Tersangka telah melakukan pelanggaran sebagaiman yang dimaksud dalam Pasal 46 ayat (1), Pasal 30 ayat (1), UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” ujar Andi menjelaskan

Dirreskrimum Polda Bali mengatakan, ke depan pihaknya akan terus siaga dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di Pulau Dewata. “Kami akan terus siaga dalam menjaga keamanan dan pengamanan agar Bali menjadi lebih kondusif dan lebih nyaman,” ucapnya menandaskan.

Untuk pengusutan lebih lanjut, para tersangka pelaku kejahatan sebanyak itu kini ditahan pihak petugas di jajaran Polda Bali. (agw)