Kasus Dugaan Korupsi APBDes Belum AdaTersangka, Pelapor Datangi Kejaksaan

I Nyoman Mardika.

Beritabalionline.com – Belum ditetapkanya satu pun tersangka atas kasus dugaan penyelewengan dana APBDes di Desa Dauh Puri Klod, membuat I Nyoman Mardika, selaku pelapor dalam perkara ini mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Senin (12/8/2019).

Kedatangan Mardika menanyakan mengapa hingga saat ini Kejaksaan belum juga menetapakan tersangka. Padahal menurutnya, kasus ini sudah tujuh bulan lebih di laporkan ke Kejaksaan. “Banyak saksi sudah diperiksa, tapi kenapa belum ada penetapan tersangka,” terang Mardika yang ditemui di Kejari Denpasar.

Dengan didampingi pengacaranya, Mardika mengaku bertemu langsung Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Denpasar, I Nengah Astawa. Dari pertemuan itu, kata Mardika, pihak Kejaksaan mengungkap bahwa proses peyelidikan sudah selesai sejak bulan lalu (Juli 2019).

“Namun untuk menetapkan tersangka katanya masih menunggu hasil audit dari BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) Bali,” imbuh Mardika. Dijelaskan Mardika, pihak Kejaksaan juga belum barani memastikan kapan audit dari BPKP Bali tuntas.

Alasanya, karena nilai kerugian dalam perkara ini ternyata lebih besar dibanding dari temuan sebelumnya. Namun, masih menurut Mardika, pihak Kejaksaan menjamin bahwa, dalam menangani perkara ini bebas dari segala intervensi.

“Intinya dalam penanganan perkara ini Kejaksaan menjamin tidak ada intevensi dari pihak-pihak manapun, apakah itu politisi atau pejabat daerah,” ungkap Mardika. Meski sudah mendapat jaminan, Mardika tetap saja akan terus mengawasi dan memantau perkembangan kasus ini.

Sebab, menurut Mardika, pihaknya tidak mau kasus yang dilaporkan ini menjadi seperti kasus dugaan korupsi pembangunan senderan Tukad Mati yang “dimatikan” atau dihentikan setelah kejaksaan menerima hasil audit dari BPKP atau BPK.

“Kami akan pantau terus, dan kalau bisa seminggu dua atau tiga kali saya menanyakan kapan Kejaksaan mengumumkan secara resmi tersangkanya,” pungkas Mardika yang juga pentolan salah satu LSM besar di Bali.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Denpasar, I Gusti Ngurah Agung Ary Kusuma membenarkan saat dikonfirmasi terkait kedatangan palapor. Menurutnya, pelapor datang dan ditemui oleh Kasipidsus sekitar pukul 10.30 Wita.

“Ya, pelapor datang dengan didampingi dua pengacaranya dan diterima langsung oleh Kasipidsus,” terang pejabat yang akrab disapa Gung Ary. Dibenarkan pula bahwa pelapor datang untuk menanyakan alasan belum ditetapkanya tersangka atas kasus dugaan korupsi APBDes di Desa Dah Puri Klod.

Menurut Gung Ary, pihak kejaksan belum menetapkan tersangka dalam kasus ini karena belum ada hasil kerugian negara yang saat ini masih diaudit oleh BPKP Bali. “Kami tidak ingin tergesa-gesa dalam metapkan tersangka,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Denpasar, I Gusti Ngurah Agung Ary Kusuma mengatakan, dari beberapa saksi yang sudah dimintai keterangan, pihaknya memastikan dalam kasus inu sudah ada calon tersangka.

Tapi siapa dan apa jabatanya calon tersangka yang dimaksud, pejabat yang akrab disapa Gung Ary ini belum mau menyebutkan. “Yang jelas tersangka lebih dari satu orang. Nama tersangka akan kita umumkan setelah kami menerima hasil audit kerugian negara dari BPKP Bali,” ujarnya, Rabu (24/07/2019) lalu.

Selain itu, kata Gung Ary, saat ini tim penyidik hanya tinggal melakukan pemeriksaan saksi untuk pendalaman terhadap calon tersangka itu. “Sembari menunggu hasil audit dari BPKP, kami melakukan pemeriksaan saksi untuk pendalaman calon tersangka,” pungkasnya. (itn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *