Presiden Jokowi Berikan Tanda Kehormatan Kepada 29 Tokoh Indonesia

Presiden Jokowi berikan tanda kehormatan kepada para tokoh nasional. (foto : Liputan6.com)

Beritabalionline.com – Presiden Joko Widodo memberikan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh yang dianggap sudah banyak berjasa di Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2019). Sebanyak 29 tokoh mendapatkan tanda kehormatan, empat dari delapan tokoh mendapat Bintang Mahaputera Utama dan sisanya mendapat Bintang Mahaputera Nararya.

Salah tokoh yang menerima penghargaan adalah mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang juga mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo. Dia mendapat penghargaan Bintang Mahaputra Utama.

Hadi pernah terjerat kasus dugaan korupsi dalam proses pemeriksaan keberatan pajak PT BCA Tbk dan pengajuka praperadilan. Gugatannya dikabulkan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2014.

Dia pun tidak mempermasalahkan penghargaannya dengan pengalamannya dahulu. Sebab dia menilai hal tersebut sudah selesai.

“Kami kan sebelumnya sudah selesai. Anugerah ini hanya untuk perjuangan kita. Karena ini bukan kita yang menilai,” kata Hadi usai diberikan penghargaan dari Presiden Jokowi di Istana Kepresidan, Jakarta Pusat.

Dia mengatakan anugrah tersebut adalah perjuangannya bagaiamana memberantas korupsi. Dan dia berharap bisa memberikan masukan. “Tentu ini berkahnya, kan kita tetap berjuang bagaimana memberantas korupsi dengan sistemik,” kata Hadi.

Dia mengatakan bisa perjuangankan untuk membatalkan penetapan tersangka. Kemudian dia juga pernah menggugat Kementerian Keuangan terkait laporan hasil audit investigasi yang terbit pada 17 Juni 2010 yang menjadi dasar KPK menyelidiki kasus pajak BCA. Awalnya, Hadi kalah di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negera (PT TUN) Jakarta.

Sementara ditemui ditempat yang sama Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu ketika dikonfirmasi wartawan menjelaskan, penghargaan tersebut dapat dari masukan dari Menteri Sosial Agus Gumiwang serta lainnya. Namun nama-nama tersebut kata dia diseleksi kembali.

“Yang dapat itu yang sudah melaksanakan tugas 3 tahun ke atas. Yang 3 tahun ke bawah tidak dapat,” terangnya.

Dia tidak masalah dengan adanya mantan tersangka KPK dalam jajaran penghargaan tersebut. Menurutnya, Hadi sudah selesai proses hukum. (itn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *