Jero Kobar Berdalih Tak Tahu Kendaaran yang Dijual Eksekutor SPG Barang Curian

Polresta Denpasar gelar rekontruksi pembunuhan. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Bagus Putu Wijaya alias Gus Tu (33) membunuh SPG mobil bernama Ni Putu Yuniawati (39) di Penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Keboiwa Utara, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Utara.

Usai menghabisi nyawa korban, tersangka yang ditangkap dalam pelarian di daerah Manado, Sulawesi Utara ini kemudian membawa kabur mobil Suzuki Ertiga warna putih milik korban.

“Oleh tersangka mobil itu rencananya akan dijual kepada temannya,” terang Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Rabu (21/8/2019) di Denpasar.

Kepada temannya bernama Jero Kobar yang tinggal di seputaran Sading, Badung, tersangka lalu menawarkan mobil tersebut. Karena surat-surat kendaraan tidak ada, Jero hanya memberi uang Rp10 juta sebagai tanda jadi.

Kepada polisi saat dimintai keterangan, Jero Kobar berdalih tidak tahu jika mobil yang ditawarkan oleh tersangka merupakan mobil curian.

“Setelah dikasih uang, saat itu tersangka mengaku akan kembali dengan membawa surat-surat kendaraan. Namun malam itu tersangka langsung kabur keluar Bali. Esok harinya kita datangi rumah orang tersebut, dan dia baru tau jika kendaraan yang dijual terkait dengan tindak pidana,” beber Kasat.

Untuk mengungkap secara detail kronologi, Polresta Denpasar menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan SPG mobil bernama Ni Putu Yuniawati (39) di Penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Keboiwa Utara, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Utara.

Adegan dimulai dengan kedatangan tersangka bersama korban ke penginapan untuk check-in, Senin (5/8/2019) sekitar pukul 18.00 WITA.

Usai membayar, keduanya langsung menuju kamar nomor 8 yang terletak di samping belakang kantor penginapan. Gus Tu tampak lancar ketika disuruh menceritakan kronologi dalam reka ulang kejadian yang dihadiri pihak Kejaksaan Negeri Denpasar tersebut.

“Total ada 44 adegan dalam rekonstruksi, pada adegan ke 28 sampai 31, diceritakan jika korban jengkel dan menampar pipi tersangka karena tersangka tidak bisa memuaskan saat berhubungan. Tersangka lalu mencekik korban hingga tak bergerak. Setelah itu tubuh korban diletakkan di atas tempat tidur dan mulutnya ditutup handuk,” jelas Kasat.

Kompol Wayan Arta menambahkan, dalam waktu dekat tersangka akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan setelah semua berkas dinyatakan lengkap (P21). (agw)

Total Page Visits: 20 - Today Page Visits: 1