Wagub Cok Ace Puji Garapan Film ‘Bali Beats of Paradise’

Film Bali Beats of Paradise.

Beritabalionline.com – Penayangan perdana film ‘Bali Beats of Paradise’ dilakukan serangkaian dengan acara nonton bersama yang dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, sejumlah seniman Bali dan sutradara Livi Zheng. Acara ini dilakukan di Trans Studio Mall Bali, Kuta, Kabupaten Badung, Kamis (22/8/2019) petang.

Film ini tayang di Indonesia mulai 22 Agustus 2019, sebelumnya sudah diputar di beberapa bioskop di Amerika dan Korea Selatan. Ada sejumlah hal positif yang patut dipetik dari film ini. Salah satunya, memperkenalkan seni musik gamelan sebagai salah satu budaya Indonesia ke penjuru dunia.

Film ini digarap oleh sutradara Livi Zheng yang merupakan wanita kelahiran Jawa Timur. Film ini juga dibintangi oleh I Nyoman Wenten, Judith Hill, Nanik Wenten, Umar Hadi, Don Hall, Norman Hollyn, Robert Lemelson, dan Balawan.

Ketika mengadakan jumpa media di Trans Studio Mall Bali, Kamis sore, Livi Zheng mengatakan sangat ingin memperkenalkan budaya Indonesia, terutama kebudayaan Bali ke dunia internasional.

“Melalui film ini, semoga masyarakat Indonesia lebih mencintai kebudayaan dan kesenian Indonesia, karena sebenarnya kebudayaan di Tanah Air itu sangat unik dan hebat. Salah satu contohnya adalah seni musik gamelan. Di mana gamelan sudah digunakan dalam film Avatar karya James Cameron,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wagub Cok Ace memberikan tanggapan yang positif. “Berkat kreativitas sutradara Livi Zheng dan teman teman yang telah membuat karya film yang sangat luar biasa ini.  Film dengan konsep yang sangat bagus, yakni memperkenalkan Budaya Indonesia khususnya budaya Bali yang sudah terkenal di mancanegara. Dan dengan adanya film ini semoga kebudayaan Bali bisa lebih terangkat lagi,” kata Wagub Bali.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyebutkan, film ini sangat layak ditonton untuk semua kalangan masyarakat yang ada di Indonesia. Selain menguatkan rasa nasionalisme, film ini juga menggambarkan tentang bagaimana rasa cinta masyarakat luar terhadap kebudayaan Indonesia.

Hal tersebut bisa terjadi, karena begitu besar pengorbanan seniman Bali, antara lain Nyoman Wenten beserta istrinya Ny Nanik yang rela meninggalkan Indonesia untuk mengenalkan budaya Bali kepada masyarakat Amerika. Tetapi mereka juga tidak lupa untuk tetap datang ke Bali, mengajarkan seni musik dan tari kepada pemuda Bali.

“Nah ini sangat penting bagi kita semua, generasi muda Indonesia harus besar dengan menyadari budaya yang harus kita Junjung tinggi dan harus kita pelajari, sehingga kita berada di negara manapun, budaya kita tetap ada,” ujar Imam Nahrawi.

Pada acara petang itu juga dihadiri oleh pasangan suami istri Nyoman Wenten dan Ny Nanik Wenten, di mana mereka berperan penting dalam pembuatan film ini. Mereka bukan hanya turun sebagai pemain film, namun juga sebagai seniman yang berasal dari Pulau Dewata dan mendapatkan tugas untuk memperkenalkan budaya Bali ke Amerika.

Sudah 45 tahun lamanya pasangan suami istri itu tinggal di Amerika. Mereka bercita-cita sangat ingin memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional agar kebudayaan Indonesia semakin dikenal di seantero jagat.

Nyoman Wenten mengatakan, dalam penggarapan film ini, ia mengaku mengalami beberapa kesulitan yang dihadapinya. “Salah satu kendala yang saya hadapi adalah melakukan beberapa adegan yang cukup sulit, sehingga harus diulang beberapa kali supaya mendapatkan hasil yang maksimal,” demikian Nyoman Wenten. (sut)

Total Page Visits: 8 - Today Page Visits: 1