Pengawasan Lemah, Warga Negara Asing Leluasa Lakukan Kejahatan di Bali

Polda Bali saat rilis kasus skiming dengan pelaku 4 WNA asal Bulgaria. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Lemahnya pengawasan di pintu masuk Bali ditengarai menjadi penyebab maraknya kasus kejahatan dengan pelaku warga negara asing. Pelaku yang diduga menjadi bagian dari sindikat kejahatan lintas negara ini seolah menjadikan Bali tempat aman untuk menjalankan aksinya.

Hal itu terungkap saat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali kembali meringkus empat warga negara asing asal Bulgaria yang terlibat dalam kasus pencurian data nasabah bank (skiming).

“Pelaku memasang beberapa alat berupa kamera pengawas untuk mengambil data pengguna ATM, kemudian menggandakan kartu ATM milik nasabah yang asli untuk digunakan sebagai alat kejahatan skiming. Setelah data disalin, pelaku mengambil uang di ATM dengan menggunakan kartu debit atau kartu kredit palsu,” ungkap Direktur Ditreskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroro saat ekspose kasus di Mapolda Bali, Senin (9/9/2019).

Kombes Nugroho menerangkan, terbongkarnya kasus tersebut berawal ketika polisi menerima laporan dari sebuah Bank terkait aktivitas mencurigakan yang dilakukan warga negara asing di sebuah mesin ATM di seputaran Ubud, Gianyar.

Petugas yang melakukan penyelidikan akhirnya menangkap pria berkebangsaan Bulgaria bernama Stoyanov Georgi Ivanov (43) saat ia hendak memasang alat berupa kamera pengawas di sebuah mesin ATM yang berada di Restoran Bebek Bengil di Jalan Hanoman Ubud, Gianyar, Rabu (28/8/2019) dini hari.

Empat WNA asal Bulgaria pelaku skiming. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa kamera kecil yang telah dimofikasi. Tak cukup di sana, bule yang tangannya dipenuhi tato ini lalu digiring menuju Villa Diana di Jalan Kresna Ulun Tanjung, Legian, Kuta, Badung tempatnya menginap. Di tempat tersebut petugas kembali menemukan barang bukti berupa sebuah handphone merk Oppo, paspor milik tersangka, 4 buah kamera pengawas yang sudah dimodifikasi serta sebuah router.

Saat diperiksa, tersangka mengaku sebelumnya juga telah memasang kamera pengintai di beberapa mesin ATM yang berada seperti di Jalan Kresna Ulun Tanjung, Seminyak, Kuta dan di seputaran Jalan Legian, Kuta, Badung.

Dari hasil pengembangan, personel Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali kembali menangkap tiga warga asing asal Bulgaria masing-masing bernama Filip Aleksandrov (40), Boycho Angleov (41) dan Stoyan Vladimirov (37), Selasa (3/9/2019) di seputaran Sanur, Denpasar Selatan.

Saat menggeledah tempat tinggal para pelaku, polisi menemukan barang bukti berupa 20 buah kartu kredit palsu, 690 buah bungkus kartu flash BCA tanpa kartu, laptop, cartreader, modem, mesin penghitung uang, 8 buah handphone, uang tunai Rp54 juta, 5.285 euro, 223 ringgit, $20, satu unit mobil Avanza, satu unit sepeda motor Yamaha N-max, tiga buah helm dan sebuah plat kendaraan.

“Seperti yang sudah-sudah, para pelaku selalu mengaku tidak saling kenal. Terkadang juga tidak mau mengaku dan selalu mengelak saat diperiksa. Namun demikian, barang bukti yang kami sita sudah cukup untuk melakukan proses penindakan,” kata Kombes Nugroho.

Keempat warga asing asal Bulgaria ini dijerat pasal 30 jo pasal 46 Undang-undang R.I. No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang R.I. No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun. (agw)

Total Page Visits: 15 - Today Page Visits: 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *