Polda Bali Bekuk Dua Penyelundup Baby Lobster Tujuan Vietnam

Dir Polair Bali, Kombes Pol Hadi Purnomo. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Pihak Polda Bali berhasil membekuk dua tersangka kasus penyelundupan baby lobster dengan tujuan pengiriman ke Vietnam pada Senin (9/9/2019) dini hari.

“Jadi tersangka penyelundupan baby lobster ini ditangkap dini hari tadi di sebuah Penginapan jalan Bedugul, Desa Sidakarya, Denpasar, nah terhadap dua orang tersangka ini diduga menyelundupkan kurang lebih 60.000 ekor baby lobster jenis mutiara dan pasir,” ungkap Dir Polair Bali, Kombes Pol Hadi Purnomo, di Denpasar, Senin (9/9/2019).

Polisi merinci pelaku ERA (26) berperan sebagai penjemput baby lobster dan ATH (35) berperan pemodal dan sudah melakukan transaksi melalui ATM sebesar Rp95 Juta.

Mantan Kapolresta Denpasar itu menambahkan, tersangka memperoleh benih lobster dari NTB dan dikirim ke Vietnam yang identitasnya tidak sebutkan via Singapura melalui Bandara Ngurah Rai.

Pihaknya mengatakan bahwa estimasi kerugian negara untuk jenis pasir yaitu Rp9 Miliar dari 36 ribu ekor dengan harga per ekor nya Rp250 ribu. Sedangkan untuk jenis mutiara Rp7,2 Miliar dari 24 ribu ekor dengan harga per Rp300 ribu. Adapun total kerugian negara dari hasil penyelundupan baby lobster yaitu Rp16.2 Miliar.

Barang bukti yang diamankan yaitu satu unit mobil, tiga ransel yang masing – masing tas berisi 50 kantong plastik dengan jenis kurang lebih 24 ribu ekor untuk jenis Mutiara dan untuk jenis pasir kurang lebih 35 ribu ekor.

Sebelumnya, petugas Intel Air melakukan pemantauan di daerah Karangasem dan kemudian petugas menemukan keberadaan dari sebuah mobil yang mencurigakan hingga akhirnya diikuti.

“Seperti yang diketahui mobil itu mau melakukan transaksi baby lobster di daerah Padang Galak, Sanur, dan setelah melakukan transaksi baby lobster, kemudian mobil menuju penginapan  di Jalan Bedugul, Sidekarya, Denpasar Selatan,” paparnya.

Kemudian petugas kepolisian melakukan penangkapan di penginapan dan menangkap dua tersangka ERA sebagai pengemudi mobil dan ATH sebagai penerima baby lobster, dan pemodal dan sudah melakukan transaksi melalui ATM sebesar Rp 95 Juta kepada R (masih dalam penyelidikan).

Atas perbuatannya itu, para tersangka akan dikenakan Pasal 16 ayat (1) JO pasal 88 dan atau Pasal 26 ayat (1) JO psl 92 Undang-undang Republik Indonesia No.31 Tahun 2004 tentang Perikanan. (itn)

Total Page Visits: 23 - Today Page Visits: 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *