WN Bulgaria Pura-pura Jadi Vendor Sebelum Lakukan Aksi Kejahatan Skiming

Empat WNA asal Bulgaria pelaku skiming beserta barang bukti yang disita polisi. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali membongkar pencurian data nasabah bank (skiming) dengan pelaku 4 WNA asal Bulgaria bernama Stoyanov Georgi Ivanov (43), Filip Aleksandrov (40), Boycho Angleov (41) dan Stoyan Vladimirov (37).

“Agar aksinya tidak diketahui oleh masyarakat, pelaku masuk ke dalam mesin ATM dan berpura-pura menjadi vendor,” terang Direktur Ditreskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroro saat ekspose di Polda Bali, Senin (9/9/2019).

Mengenakan helm, penutup wajah dan jaket, para tersangka yang ditangkap di lokasi berbeda ini dengan leluasa memasang alat berupa kamera pengawas di dalam mesin ATM. Bahkan, mereka juga mengganti tutup lampu yang berisi kamera alam ukuran yang sangat kecil sehingga sepintas tak terlihat oleh mata.

“Di plafon ruang mesin ATM itu kan ada lampu, tutupnya diganti dengan model sama namum sudah berisi kamera. Kecil sekali lobangnya sehingga tidak terlihat,” beber Kombes Nugroho.

Setelah berhasil mencuri data nasabah korban, pelaku yang diduga merupakan sindikat kejahatan jaringan internasional tersebut kemudian memindahkan data ke kartu magnetik yang biasa digunakan untuk kartu pembayaran tol dan sebagainya.

“Kartu-kartu yang sudah berisi data tadi kemudian digunakan mengambil uang di ATM,” ucap Dirkrimsus.

Terbongkarnya aksi pelaku berawal dari laporan pihak Bank ke Polda Bali terkait aktivitas mencurigakan yang dilakukan warga negara asing di sebuah mesin ATM di seputaran Ubud, Gianyar.

Petugas yang melakukan penyelidikan akhirnya menangkap pria berkebangsaan Bulgaria bernama Stoyanov Georgi Ivanov (43) saat ia hendak memasang alat berupa kamera pengawas di sebuah mesin ATM yang berada di Restoran Bebek Bengil di Jalan Hanoman Ubud, Gianyar, Rabu (28/8/2019) dini hari.

Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa kamera kecil yang telah dimofikasi. Tak cukup di sana, bule yang tangannya dipenuhi tato ini lalu digiring menuju Villa Diana di Jalan Kresna Ulun Tanjung, Legian, Kuta, Badung tempatnya menginap.

“Di tempat tersebut petugas kembali menemukan barang bukti berupa sebuah handphone merk Oppo, paspor milik tersangka, 4 buah kamera pengawas yang sudah dimodifikasi serta sebuah router,” terang Direktur Ditreskrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroro.

Saat diperiksa, tersangka mengaku sebelumnya juga telah memasang kamera pengintai di beberapa mesin ATM yang berada seperti di Jalan Kresna Ulun Tanjung, Seminyak, Kuta dan di seputaran Jalan Legian, Kuta, Badung.

Dari hasil pengembangan, personel Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali kembali menangkap tiga warga asing asal Bulgaria masing-masing bernama Filip Aleksandrov (40), Boycho Angleov (41) dan Stoyan Vladimirov (37), Selasa (3/9/2019) di seputaran Sanur, Denpasar Selatan.

Saat menggeledah tempat tinggal para pelaku, polisi menemukan barang bukti berupa 20 buah kartu kredit palsu, 690 buah bungkus kartu flash BCA tanpa kartu, laptop, cartreader, modem, mesin penghitung uang, 8 buah handphone, uang tunai Rp54 juta, puluhan lembar mata uang asing, satu unit mobil Avanza dan satu unit sepeda motor Yamaha N-max.

Polisi menjerat keempat warga asing asal Bulgaria tersebut dengan pasal 30 jo pasal 46 Undang-undang R.I. No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang R.I. No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun. (agw)

Total Page Visits: 13 - Today Page Visits: 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *