Pimpin Rapat Karhutla di Riau, Presiden Jokowi Marah Singgung Peran Pemda Tidak Maksimal

Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya di Riau. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Presiden Joko Widodo (JHokowi) menggelar rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan di Novotel Hotel, Pekanbaru, Riau, Senin (16/9/2019) malam. Jokowi tekankan dukungan pemerintah daerah penting dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan khususnya di Riau.

Jokowi menyinggung pertemuan 15 Juni di Istana. Dalam rapat itu, mantan Gubernur DKI ini mengingatkan soal pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Kalau infrastuktur diaktifkan secara baik saya yakin namanya titik api diketahui tidak hanya satu titik sebelum jadi ratusan titik api pun diketahui dan ini sudah saya ingatkan berkali-kali,” kata Jokowi saat memimpin rapat yang dihadiri sejumlah menteri, panglima TNI dan Kapolri hingga kepala daerah setempat.

Jokowi mengatakan, perangkat-perangkat di daerah tidak diaktifkan dengan baik dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Padahal menurut Jokowi, kebakaran gambut ini tak bisa selesaikan hanya dari pemerintah pusat.

“Hari Jumat lalu saya sudah perintahkan kepada Panglima, BNPB hujan buatan. Saya kira sudah dikerjakan, saya harapkan besok dilakukan hal yang sama akan tetapi kalau tidak ada dukungan dari pemerintah daerah ini akan sulit diselesaikan,” ujar Jokowi.

Jokowi berharap, jangan sampai masalah kebakaran hutan dan lahan ini mengganggu perekonomian seperti aktivitas penerbangan.

“Pengalaman-pengalaman kita di tahun-tahun sebelumnya seperti itu. Kuncinya jangan dan titik api dan kegiatan pemadaman lahan luas yang terbakar sudah mencapai puluhan ribu hektare, jangan sampai mengganggu aktivitas penerbangan, pertumbuhan ekonomi,” kata Jokowi.

 

Tindak Tegas

Presiden Joko Widodo juga menyatakan Riau berstatus siaga darurat kebakaran hutan. Dia jengkel karena peristiwa ini hampir tiap tahun terjadi. Untuk itu aparat diminta menindak tegas para pelaku.

“Aparat hukum bertindak tegas baik pada perusahaan maupun pada perorangan,” tegas  Jokowi.

Jokowi juga berpesan agar Pemerintah Daerah, TNI, Polri dan BNPB benar-benar serius menangani masalah ini. Saat ini kabut asap sudah berdampak hingga provinsi lain dan negara tetangga.

“Lakukan pencegahan agar tak merembet ke lokasi-lokasi lain baik gambut, hutan, dan masuk wilayah pemukiman,” tuturnya. (itn)