Dua ABG Pelaku Pembunuhan Jalani Sidang Perdana di PN Denpasar

Dua terdakwa pelaku pembunuhan I Kadek Roy. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Dua pelaku anak yang menghabisi nyawa I Kadek Roy Adinata (31), PBW (15) dan DPE, Kamis (19/9/2019) menjalani sidang perdana di ruang sidang anak Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Sidang yang berlangsung tertutup itu dipimpin hakim IGN. Putra Admaja.

Sidang masih mengagendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Agus Suharta. Sementara terdakwa didampingi pengacara I Wayan Mudita dan kawan-kawan.

Dalam dakwaan disebutkan, kasus hukum yang menyeret dua Anak Baru Gede (ABG) ini ke meja hijau berawal dari kejadian pada 25 Agustus 2019 sekira pukul 01.39 WITA di Jalan Raya Kerasan, Desa Sedang, Kecamatan Abiansimal, Badung. Dimana saat saksi korban Agus Gede Nurhana Putra dan I Kedek Roy Adinata ke Kafe Madu di Desa Angantaka. Sampai di Kafe, kedua korban duduk. Tidak berselang lama datang kedua pelaku bersama tujuh orang temannya.

Setelah itu, korban maupun kedua terdakwa bersama teman-temannya minum dan berjoget. Nah saat berjoget itu, pelaku anak terlibat cek cok dan saling senggol dengan korban Agus Gede Nurhana Putra.

“Saksi korban Agus Gede lalu pergi meninggalkan kafe lewat pintu belakang yang kemudian dijemput oleh saksi korban Kadek Roy,” terang jaksa Kejari Badung itu.

Sementara saksi I Made Novyk Aryantara yang berboncengan dengan saksi Putu Jovvan yang hendak ke kafe Madu melihat ada orang menendang seseorang dipinggir jalan hingga jatuh ke sawah.

Kemudian kedua saksi ini mengejar kedua orang yang menendang itu dengan maksud melihat nomor polisi motor yang dikendarai. “Melihat ada yang mengejar, kedua korban juga ikut mengejar para pelaku,” ungkap jaksa.

Namun kedua korban dan kedua saksi tidak berhasil mengejar para pelaku. Sementara kedua pelaku pulang ke rumahnya di Banjar Tunon dan mengambil sebilah pisau (blakas).

Setelah itu, pisau yang diambil oleh PBW diserahkan kepada DPE karena PBW yang menyetir sepeda motor. Selanjutnya kedua pelaku pergi ke rumah DPE di wilayah Banjar Samu, Desa Sigaran, Abiansemal, Badung.

Sebelum sampai ke rumah DPE, kedua pelaku berpapasan dengan kedua korban dan kedua temannya yang saat itu hendak pulang ke rumahnya di Mambal. Melihat itu kedua pelaku mengejar dan pelaku DPE mengacungkan pisau sambil mengatakan “Sekarang mati kamu”.

Melihat itu, kedua korban sempat mempercepat laju sepeda motornya. Tapi apes, saat tiba di depan Puskesmas Desa Sedang, sepeda motor yang ditumpangi kedua korban kehabisan bensin sehingga tidak bisa melaju dengan kencang.

Melihat itu, dua pelaku langsung menyerempet dan menendang motor yang ditumpangi kedua korban hingga keduanya terjatuh dengan posisi korban Roy masuk ke dalam got.

Kedua pelaku lalu memarkir motornya dan mendekati kedua korban yang terjatuh. Lalu PBW memerintahkan agar DPE menebas para korban yang tidak sadarkan diri karena jatuh dari sepeda motor tapi tidak berani.

Pelaku PBW lalu mengambil pisau yang ada di tangan DPE dan mendekati kedua korban serta menebasnya dengan pisau berkali-kali. Setelah itu kedua pelaku pergi meninggalkan kedua korban. Dalam perjalanan pulang, kedua pelaku dihadang oleh sejumlah warga yang sebelumnya mendapat laporan dari rekan korban, Putu Jovvan Aditya.

Kedua pelaku akhirnya berhasil diamankan warga yang selanjutnya diserahkan ke polisi. Akibat perbuatan kedua pelaku itu, korban I Kadek Roy Adinata meninggal dunia sementara korban Agus Gede Nurhana Putra mengalami luka parah.

Kedua pelaku oleh jaksa dijerat dengan Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-KUHP Jo UU No. 11 tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak dan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP Jo UU yang sama.W-007. (sar)