Buleleng Sabet 6 Medali dari Cabor Pencak Silat di Porprov XIV/2019

Tim Pencak Silat Buleleng yang diturunkan di arena Porprov Bali XIV/2019. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Tim Pencak Silat Kabupaten Buleleng sukses menyabet enam keping medali pada Pekan Olah raga Provinsi (Porprov) Bali ke XIV Tahun 2019 yang berakhir pada Rabu (18/9/2019) di Stadion Debes Lama, Kabupaten Tabanan.

Pada Porprov kali ini, IPSI Buleleng menurunkan 10 atlet laga dan 1 atlet seni tunggal. Manajer Tim Silat Kabupaten Buleleng, I Dewa Made Susastra Ginata, S.Pd. M.Pd megakui rivalitas di cabang pencak silat dalam Porprov tahun ini cukup ketat.

Namun demikian, imbuh Susastra yang juga Ketua Harian IPSI Bulelng ini, atlet silat dari Bumi Panji Sakti berusaha tampil semaksimal mungkin.  “Di bawah sentuhan tangan dingin pelatih/official Dewa Ayu Putu Dewi Narayani, A.Md, Gede Adnyana Putra S.Pd, Putu Semadi dan Putu Widana mampu meraih 1 medali mas, 1 perak dan 4 perunggu,” katanya kepada beritabalionline.com, di Singaraja, Jumat (20/9/2019).

Dijelaskan Susastra, sebelum resmi diterjunkan ke arena Porprov, tim pencak silat Buleleng telah mempersiapkan diri lewat latihan sentralisasi yang dilaksanakan selama tiga bulan (Juni hingga Agustus 2019).

Menurut Susastra, pada Porprov 2019 tim Pencak Silat Buleleng mampu memperbaiki hasil perolehan medali, yang pada Porprov tahun 2017 hanya mampu membukukan 6 keping medali terdiri dari 1 medali perak dan 5 perunggu.

“Prestasi yang dibukukan itu tidak terlepas dari dukungan penuh Ketum Koni Buleleng beserta jajaranya yang terus memonitor dan memberikan support baik material maupun moral kepada para atlet untuk tetap semangat dan pulang  bisa membawa hasil terbaik,” ungkap Susastra.

Manajer Tim Silat Buleleng, I Dewa Made Susastra Ginata bersama peraih emas Made Shintya Ratika Dewi. 

Atas dukungan tersebut, pria asal Nusa Penida, Kabupaten Klungkung ini menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Buleleng, serta Ketum IPSI Buleleng yang mendampingi penuh selama proses latihan sampai pertandingan berakhir.

Ucapan yang sama juga disampaikannya kepada para pelatih dan atlet yang dengan semboyan “Raih Medali Bukan Melali” akhirnya Buleleng berhasil mengoleksi 6 keping medali, 1 diantaranya medali emas.

“Semoga ini menjadi momentum yang baik untuk kebangkitan olah raga pencak silat di Buleleng dalam mengukir prestasi di ajang Porprov berikutnya,” ujarnya penuh harap.

Pesilat Buleleng yang berhasil menyumbangkan medali di Porprov Bali 2019 adalah Made Shintya Ratika  Dewi (1 emas) setelah menghentikan perlawanan pesilat Gianyar di babak final. Berikutnya, Ida Bagus Putu Sapta Wiyasa harus puas dengan meraih medali perak setelah di babak final dipaksa mengakui kehebatan pesilat dari Kota Denpasar.

Selanjutnya Putu Bela Dewi Sagitarini,  Komang Jaya Kusuma, Komang Putra Sari dan Gede Linggih Arta Yasa masing-masing kebagian 1 medali perunggu setelah tersingkir di babak semi final.

Untuk diketahui, dari cabor pencak silat, medali emas terbanyak diraih Kabupaten Badung (6 emas, 3 perak dan 5 perunggu). Sedangkan di tempat kedua direbut Kota Denpasar dengan mengantongi 5 emas, 4 perak dan 2 perunggu, di tempat ketiga diduduki Kabupaten Gianyar dengan mengoleksi 3 emas, 3 perak dan 4 perunggu.

Menyusul kemudian tuan rumah  Kabupaten Tabanan 2 emas, 1 perak dan 5 perunggu. Bangli 1 emas, 3 perak dan 6 perunggu. Buleleng 1 emas, 1 perak dan 4 perunggu. Klungkung 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Jembrana 2 perak dan 4 perunggu, dan Karangasem 1 perak. (tra)