Tergiur Komisi Penukaran Mata Uang Asing, Seorang Ibu Tertipu Rp100 Juta

Komplotan pelaku penipuan. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Tiga orang komplotan pelaku penipuan lintas pulau digulung Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Selatan. Dari ketiga pelaku masing-masing bernama Irawan Sukma (41), Waholik (50) dan Armadi alias Jawir (42), petugas mengamankan puluhan lembar mata uang asing dan uang rupiah.

“Mereka kita tangkap setelah ada salah satu korban memergoki salah satu pelaku sedang berada di Pasar Sanglah Denpasar,” terang Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya, Jumat (20/9/2019) di Mapolsek Denpasar Selatan.

Modus yang dilakukan para pelaku cukup profesional. Salah satu pelaku bernama Irawan Sukma berpura-pura mengaku sebagai orang asing dan berasal dari Singapura kepada korban bernama Ketut Sukerti (68).

Pelaku lalu mendekati korban dan mengatakan hendak mencari tempat penukaran uang dollar di seputaran Denpasar. Ketika Irawan dan korban tengah berbicara, datang pelaku bernama Laila Safitri (DPO).

Singkat cerita, kedua pelaku lalu membujuk korban untuk mengantar ke tempat penukaran uang. Saat hendak mencari kendaraan di pinggir jalan, datang Waholik dan Armadi mengendarai mobil dan menyapa Laila Safitri.

“Waholik ini mengaku sebagai karyawan sebuah Bank. Kepada korban, dia mengatakan bahwa Laila Safitri merupakan nasabah Bank di kantor tempatnya bekerja,” ucap Kapolsek.

Di dalam mobil, mereka kembali berbicara masalah penukaran uang dolar. Irawan dengan meyakinkan mengatakan apabila mau menukar uang dolar miliknya dengan rupiah, akan diberi imbalan cukup besar. Laila Safitri mulai beraksi dan mengaku tertarik.

Puluhan lembar mata uang asing dan uang rupiah diamankan dari tangan pelaku. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Agar korban percaya, Waholik yang merupakan pegawai Bank gadungan pura-pura siap sebagai penjamin bahwa uang akan aman. Mereka lalu berhenti di sebuah ATM dan Laila Safitri mengambil uang.

Uang yang sudah disiapkan dari awal dan dimasukkan ke dalam amplop besar tersebut kemudian diserahkan kepada Waholik. Demikian juga uang dolar yang dipegang Irawan juga diserahkan kepada Waholik.

Korban akhirnya tertarik. Oleh para pelaku, korban lalu diajak menarik uang sebesar Rp100 juta dari Bank BCA. Perempuan paruh baya tersebut menurut saja ketika uang miliknya diminta Waholik dengan alasan nanti akan ditransfer ke rekeningnya bersamaan dengan komisi hasil penukaran uang dollar.

Sembari menunggu, korban lalu diantar pulang ke rumahnya untuk mengambil Kartu Keluarga sebagai proses administrasi transfer bank. Setelah korban turun dari mobil, korban kemudian ditinggal kabur oleh para tersangka.

“Para pelaku membagi tugas, ada yang mengaku menjadi orang asing memiliki uang dolar yang akan ditukarkan ke rupiah. Yang perempuan bertugas merayu calon korban, yang dua mengaku sebagai orang Bank. Kemudian para pelaku merayu dan mengiming-imingi hasil penukaran dollar ke rupiah lebih besar dari kurs dollar, sehinga korban mau menukarkan uang rupiah miliknya dengan dollar,” jelas Kapolsek. (agw)