Nyambi Jadi Kurir Narkoba, Seorang Bartender Terancam 12 Tahun Penjara

Terdakwa I Nyoman Agus Suantara di persidangan PN Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Seorang bartender/barista, I Nyoman Agus Suantara (24) yang diduga nyambi jadi kurir dalam jual beli narkoba, Rabu (25/9/2018) diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Bahkan akibat perbuatannya itu, pria yang tinggal di Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung itu pun terancam 12 tahun penjara.

Sidang yang dipimpin Hakim Ni Made Purnami masih dengan agenda pembacaan dakwaan alias sidang perdana. Dalam dakwaan Jaksa Adhi Antari terdakwa didakwa melakukan tindak pidana pemufakatan jahat melakukan tindak pidana narkotika.

Dalam dakwaan, jaksa Kejari Denpasar itu menjerat terdakwa dengan tiga pasal berlapis dari UU Narkotika, yaitu Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 131.

Terungkap pula, dalam kasus ini terdawa tidak sendiri, terdakwa yang ditangkap di depan Apotik Sanur Indah, tanggal 28 April 2019 pukul 00.30 WITA itu bersama Bagus Putra (terdakwa dalam berkas terpisah).

Sebelum terdakwa ditangkap, saksi Bagus Putra menghubunginya dan memesan ganja sintetis atau tembakau gorila. Setelah saksi Bagus Putra membayar, terdakwa menghubungi Okta dan menanyakan tempat pengambilan barang.

Setelah terdakwa menerima menerima alamat pengambilan barang (tembakau gorila) dari Okta (DPO) oleh terdakwa alamat itu diberikan kepada saksi Bagus Putra.

Selanjutnya pada tanggal 27 April 2019, terdakwa menemui saksi Bagus Putra dan meminta satu linting tembakau gorila yang sebelumnya dipesan saksi kepada terdakwa. Setelah itu saksi bertanya apakah ada ganja, yang dijawab ada.

Setelah saksi Bagus Putra membayar pesanan ganja, terdakwa lalu memberikan alamat tempat pengambilan. Selanjutnya pada hari Minggu tanggal 28 April 2019, saat terdakwa bersama saksi I Bagus Gede Made, terdakwa ditangkap polisi.

Dari penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan satu linting tembakau gorila pada diri terdakwa. Kepada polisi, terdakwa mengaku mendapat barang bukti itu dari saksi Bagus Putra sebagai imbalan memesankan tembakau gorila.

Polisi lalu memeriksa ponsel terdakwa dan menemukan ada komunikasi antara terdakwa dengan saksi Bagus Putra. “Polisi lalu meminta terdakwa memancing Bagus Putra dengan berpura-pura memesan ganja,” terang jaksa.

Tidak lama kemudian saksi Bagus Putra datang dan menyerahkan ganja. Tapi saat itu pula saksi ditangkap petugas polisi dari Polresta Denpasar. Dari tangan saksi Bagus Putra, polisi mengamankan barang bukti ganja seberat 23.96 gram. (sar)