Polresta Denpasar Antisipasi Daerah Rawan Jelang Pelantikan Presiden dan Wapres

Apel gelar pasukan pengamanan pelantikan Presiden dan Wapres oleh Polresta Denpasar. (foto : Agung W/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar mulai melakukan antisipasi guna mencegah adanya gangguan keamanan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI yang akan berlangsung pada tanggal 20 Oktober 2019.

“Antisipasi pergerakan orang, kelompok atau komunitas yang akan berangkat ke Jakarta melalui transportasi darat, laut dan udara, yang akan bergabung dengan kelompok tertentu yang ingin menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan.

Hal itu disampaikan Kapolredsta saat Apel Gelar Kesiapan Personel dan Sarana Prasarana dalam rangka pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Rabu (9/10/2019) di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar.

Polresta Denpasar mengerahkan sebanyak 700 personel gabungan untuk pengamanan di wilayah hukum Polresta Denpasar. Pengamanan dilakukan secara terpadu dan terkoodinir baik tertutup maupun terbuka dengan mengutamakan tindakan preventif dalam setiap bidang fungsi yang diemban oleh masing-masing petugas dari tingkat Polresta hingga Polsek jajaran.

Kombes Ruddi menambahkan, hal yang perlu diantisipasi menjelang, pada saat dan setelah pelantikan yakni upaya-upaya provokasi, propaganda oleh kelompok yang tidak suka terhadap pemerintah dalam pelaksanaan program dan kebijakan selama 5 tahun lalu, baik secara langsung atau melalui media sosial, cetak maupun mainstream.

Pergerakan mahasiswa atau pelajar yang masih akan berunjuk rasa berkaitan keinginan agar Presiden mengeluarkan Perpu UU KPK hasil revisi oleh DPR RI, penolakan RUU KUHP dan beberapa RUU lainnya juga akan dilakukan pengawasan.

“Unjuk rasa di luar kelompok mahasiswa pelajar seperti penyampaian pendapat oleh aliansi mahasiswa Papua, ikatan masyarakat, mahasiswa dan pelajar Papua, komunitas Falun Gong dan For Bali juga harus diantisipasi,” ucapnya.

Kapolresta berpesan kepada personel yang terlibat pengamanan agar tidak underestimage pada setiap permasalahan dan segera mengantisipasi agar tidak sampai menjadi konflik sosial baik regional maupun nasional.

“Kordinasikan dengan pemerintah daerah, TNI, para toga, tomas, todat dan topol untuk mencegah terjadinya konflik sosial yang dapat mempengaruhi jalannya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Laksanakan patroli sinergi bersama TNI pada tempat-tempat kumpulnya masa, jalur menuju titik kumpul masa dan pelaksanaan cipta kondisi,” kata Kapolresta. (agw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *