Waria Asal Makassar Divonis 14 Bulan Penjara Dalam Kasus Pencurian

Alda Intan waria asal Makassar di persidangan PN Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Alda Intan (38) waria asal Makassar, residivis kasus pencurian dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (9/10/2019) divonis 1 tahun 2 bulan atau 14 bulan penjara.

Majelis hakim pimpinan Koni Hartanto dalam amar putusannya menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Oleh karena itu, menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 2 bulan,” tegas Hakim Koni Hartanto.

Putusan ini lebih ringan 3 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Suraharta. Atas putusan itu, baik jaksa maupun terdakwa sama sama menyatakan menerima. “Kami menerima putusan ini yang mulia,” kata jaksa Kejari Badung itu.

Sementara itu sebagaimana dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Suharta diterangkan, kasus pencurian ini berawal pada Minggu 7 April 2019 sekitar pukul 11.00 WITA. Dimana saat itu terdakwa akan menuju Kuta mengetahui sebuah rumah di Jalan Drupadi no.21 Basangkasa, Seminyak dalam keadaan sepi.

Melihat itu, spontan saja terdakwa menghentikan motornya persis di depan rumah kosong itu. berhenti di depan rumah korban. “Karena pintu pagar tidak terkunci, terdakwa masuk halaman rumah,” sebut Jaksa dari Kejari Badung itu.

Masih dalam dakwaan, saat itu terdakwa masuk rumah dengan cara mencongkel jendela menggunakan obeng yang telah di bawa sebelumnya. Kemudian dengan loncat jendela, terdakwa langsung masuk kamar tidur korban.

Terdakwa berhasil membuka laci yang di dalamnya ada kotak perhiasan berisikan sejumlah perhiasan berupa cincin emas bermatakan berlian dan permata serta cincin kawin dan gelang-gelang emas bayi. “Selain itu, terdakwa juga mengambil dua buah jam bermerk yang ada di atas TV,” ungkap jaksa.

Begitu keluar rumah melalui jendela, terdakwa justru kedapatan anggota polisi yang kebetulan sedang patroli. Saat akan diamankan, terdakwa berhasil kabur dan membuang sejumlah barang yang diambil ke halaman rumah.

Terdakwa sendiri baru berhasil ditangkap di kampung halamannya di Makasar, Sulawesi Selatan pada 19 Juli 2019. (sar)