Dua Terduga Teroris Tertangkap di Bali Diintai Tiga Bulan, Mencoba Melawan saat Diringkus

Densus 88 Antiteror Mabes Polri. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Dua orang terduga teroris berinisial AT (45) dan ZAI (14) diringkus Tim Detasemen Khusus 88 antiteror Mabes Polri di Jalan Raya jurusan Denpasar – Gilimanuk. Sebelum ditangkap, bapak dan anak ini sudah diawasi pergerakannya oleh petugas.

“Pergerakanya sudah diikuti selama kurang lebih dari 2-3 bulan yang lalu, di mana keduanya ada keterkaitan dengan jaringan kelompok Jamaah Anshorut Daulah (JAD),” kata sumber di lapangan, Sabtu (12/10/2019).

Lantaran sudah memantau gerak-gerik keduanya dari awal, petugas mengetahui jika kedua terduga teroris hendak meninggalkan Bali. AT dan ZAI akhirnya dibekuk saat melintas di depan Polsek Mendoyo, Jembrana, Jumat (11/10/2019) dini hari.

“Selain kedua terduga teroris, saat penangkapan, di dalam mobil juga ada tiga orang lain, salah satunya perempuan. Namun siapa tiga orang itu belum diketahui,” kata sumber.

Terkait penangkapan terduga teroris, Polda Bali akhirnya angkat bicara. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan, terduga AT sudah menyiapkan panah, Airsoft Gun dan sangkur yang diduga untuk amaliyah (melakukan aksi) teror di wilayah Bali.

“AT berbaiat kepada pimpinan kelompok radikal ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi. AT juga mempunyai hubungan dekat dengan Abu Rara, dan mereka berada dalam satu grup “Menanti Al Mahdi”,” bebernya.

Kombes Hengky menerangkan, seperti pelaku-pelaku teror lainnya, AT dan ZAI juga ditengarai akan melakukan perlawanan jika sewaktu-waktu ditangkap petugas.

“Selain berencana melakukan perlawanan, keduanya juga berencana membuang handphone dan laptop ke dalam air untuk menghilangkan barang bukti. Keduanya saat ini masih menjalani pemeriksaan, untuk lokasinya mohon maaf tidak bisa saya katakan,” kata Kabid Humas. (agw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *