Terduga Teroris Tertangkap di Bali Berprofesi sebagai Perajin Besi, Tempati Rumah Kos-kosan Rp600 Ribu/Bulan

Rumah kos terduga teroris di seputaran Jalan Sedap Malam, Denpasar. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Tim Detasemen Khusus 88 Mabes Polri menangkap dua orang terduga teroris berinisial AT (45) dan ZAI (14). Keduanya ditangkap di Jalan Raya jurusan Denpasar – Gilimanuk saat mereka hendak menuju Banyuwangi, Jawa Timur.

Informasi yang diperoleh Beritabalionline.com di lapangan, Sabtu (12/10/2019), menyebutkan bahwa kedua terduga teroris tersebut diketahui tinggal di rumah kos-kosan di seputaran Jalan Sedap Malam, Kecamatan Denpasar Timur. Mereka membayar kos Rp600 ribu perbulan.

Saat didatangi, kamar kos yang dihuni AT dan keluarganya tampak terkunci. Di teras kamar kos yang disewa itu juga tampak berserakan kawat besi.

Salah satu penghuni kos bernama Diana Putra menerangkan, dalam keseharian AT membuat kerajinan dari besi yang dilas. AT tinggal di sana bersama istri dan anaknya.

“Kalau ketemu ibunya nyapa, tapi saya tidak tau sejak kapan mereka mulai tinggal di sini karena saya juga baru,” ucapnya.

Sementara tim Detasmen Khusus 88 Mabes Polri selain menangkan kedua terduga teroris, saat dilakukan penangkapan, di dalam mobil juga ada tiga orang lain, salah satunya perempuan. Namun siapa ketiga orang itu belum diketahui identitasnya.

AT dan ZAI yang ditangkap, Jumat (11/10/2019) dini hari berstatus bapak dan anak. AT mempunyai keterkaitan dengan jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

JAD yang berafiliasi kepada kelompok ISIS ini terlibat dalam penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Pendeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

“AT berada satu grup dengan Abu Rara, pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto. AT merencanakan Amaliyah di wilayah Bali, dan sudah melakukan survei-survei,” ucap sumber di lapangan. (agw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *