Berkas Kasus Suap Pejabat DLHK Denpasar Dilimpahkan ke Kejari

Kasi Intel Kejari Denpasar, I Gusti Ngurah Agung Ary Kusuma. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Diam-diam pihak kepolisian ternyata sudah melimpah kasus dugaan penyuapan dengan tersangka Wayan K (44) oknum pejabat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkot Denpasar ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Denpasar, I Gusti Ngurah Agung Ary Kusuma, Minggu (13/10/2019). Dikatakannya, pinyidik Polresta Denpasar telah melimpahkan berkas ke jaksa peneliti pada Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Denpasar.

“Benar berkas sudah dikirim ke Kejaksaan,” tegas pejabat yang akrab disapa Gung Ary itu. Namun kata dia lagi, berkas itu dikembalikan lagi karena masih ada beberapa hal yang harus dilengkapi.

“Berkas dikembalikan untuk dilengkapi (P19),” ujarnya singkat. Sedangkan untuk jaksa yang menangani perkara ini pihak kejaksaan langsung menunjuk Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) I Nengah Astawa.

Sementara menurut sumber di Kejari Denpasar, berkas P19 sudah dipenuhi dan sudah diserahkan lagi ke Kejari Denpasar.

“Berkas sudah kembali, dan dalam waktu dekat akan ada ekspos apakah mau dinyatakan P21 (lengkap) atau bagaimana,” terang sumber yang enggan menyebutkan namanya. Bahkan sumber ini juga mengatakan, kasus ini dapat dipastikan rampung di bulan Oktober ini.

Seperti diketahui, I Wayan K (44), sebelumnya terciduk Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Denpasar, Kamis (11/7) sekitar pukul 13.00 WITA.

Pria asal Sesetan Denpasar Selatan itu tertangkap basah menerima uang suap dari rekanan perusahaan selaku pemrakarsa pengurusan dokumen Usaha Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pengendalian Lingkungan Hidup (UPL).

Dari OTT tersebut, polisi menyita dua buah amplop masing-masing berisi uang tunai sebesar Rp 2 juta dan Rp 1 juta yang disembunyikan di dashboard mobil Toyota Avanza DK 1227 A milik terlapor Wayan K.

Ironinya, meski sudah tertangkap tangan menerima suap, terlapor yang menjabat sebagai Kasi Tata Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar itu tidak ditahan dan masih berdinas di DLHK Denpasar. (sar)