BNNK Tes Urine Petugas Lapas Karangasem

Puluhan petugas Lapas Karangasem saat menjalani tes urine.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Lapas Karangasem mengundang BNNK untuk melakukan tes urine Minggu  (13/10/2019). Tes khusus untuk para petugasl ini bertujuan agar petugas Lapas bersih dari Narkoba lebih dulu sebelum menangani Napi.

Hasil dari test urine kepada 45 orang petugas Lapas Karangasem, 39 orang negatif, sementara 6 lainnya positif mengandung ETG (alkohol). Di lain tempat di Bapas Karangasem ada 10 pegawai yang mengikuti tes urine, satu orang dinyatakan positif Etg atau mengandung alkohol.

Dan pada Lapas Anak Karangasen terdapat 10 orang petugas yang di test dan semuanya negatif. Dari total 65 orang yang ditest, hanya ada 7 orang yang positif alkohol namun semua petugas nihil dari Narkoba. Hal ini dibenarkan oleh kepala BNNK Karangasem AKPB Drs Ketut Artha.

Alat yang dipergunakan disiapkan pihak Lapas dengan menggunakan alat yang jauh lebih sensitif yakni dengan delapan katagori. “Biasanya lima katagori ini sampai delapan katagori jauh lebih sensitif,” ujar pihak BNNK. Untuk delapan parameter yang dites kali ini yakni benzo, anvitamin, kokain, mariyuwana, morfin, ganja, alcohol dan meta petamin. “Kita ingin tahu apakah aparat atau petugas kita sudah bersih,” ujar Kalapas Karangasem Rockidam

Karena petugas kerap bersentuhan langsung dengan Napi pengguna Narkoba, maka tes ini dilakukan untuk mengantisipasi petugas agar menjauhi dan tidak tergoda dengan Narkoba. “Antisipasi sejak awal agar petugas lapas tidak ada yang terlibat atau mengkomsumsi Narkoba,”
kata Rockidam.

Lapas Karangasem dan jajarannya memang melakukan tes urine ini secara rutin. Mereka sudah melakukan test urine ini untuk ketiga kalinya sejak tahun 2018 lalu. “Tahun 2018 sudah kita lakukan, tahun 2019 bulan Februari lalu dan sekarang Oktober,” ucapnya.

Soal tindakan yang diberikan kepada petugas yang positif mengandung alkohol itu, pihak BNNK sendiri mengembalikannya pada pihak Lapas secara internal agar ditangani Kalapas. Pihak dari BNNK mengaku statusnya saat ini adalah posisi diundang untuk melakukan tes.

”Kalau kami sendiri yang melakukan sidak dan ada temuan, baru kami yang menangani dan menindaklanjuti,” ujarnya. Bahkan jika BNNK yang melakukan kalau ada positif maka aka nada tindakan hukum.(huk)