Buntut 2 Anggota TNI AD Kena Sanksi, Dandim Bangli Imbau Anggotanya Bijak Bermedsos

Dandim 1626/Bangli, Letkol Inf Himawan Teddy Laksono. (foto : ist)

Beritabalionline.com – KSAD Jenderal Andika Perkasa menjatuhkan sanksi kepada dua anggota TNI AD aktif. Keduanya kena imbas lantaran istrinya memposting komentar di media sosial (medsos) terkait insiden penusukan terhadap Menko Polhukam RI Jenderal TNI (Pur) Wiranto.

Mencermati hal tersebut Dandim 1626/Bangli, Letkol Inf Himawan Teddy Laksono mengambil langkah cepat agar hal serupa tidak terjadi di kesatuannya dengan mengimbau anggotanya berhati-hati dalam bermedia sosial.

“Di tengah derasnya arus informasi, tak sedikit informasi yang tidak benar alias hoaks berseliweran. Tak jarang, tanpa disengaja kita ikut membantu membagikan hoaks tanpa mencari tahu benar atau baiknya informasi tersebut,” kata Dandim dalam siaran pers yang diterima beritabalionline.com, Senin (14/10/2019).

Bagi Dandim, tidak ada yang salah ketika menggunakan Medsos. Menurutnya, medsos merupakan media atau sarana untuk melaksanakan silahturami, komunikasi dan sosialisasi dengan saudara, sahabat atau teman dan siapapun yang kita kenal.

“Untuk itu, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dalam penggunaan medsos, pada kesempatan ini saya imbau kepada Perwira Staf, Para Danramil dan komandan satuan bawah untuk mempedomani imbauan saya, dan diteruskan kepada anggota dan keluarganya,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Dandim lantas menekankan lima hal yang perlu digarisbawahi ketika menggunakan media sosial, terutama kepada anggota Kodim Bangli.

Pertama anggota Kodim Bangli agar memanfaatkan media sosial dengan benar, bertanggungjawab dan bermanfaat. Kedua, dalam bermedsos harus memperhatikan konten apa saja yang boleh, dilarang atau dihindarkan untuk disebarluaskan.

“Ketiga, jika mendapatkan informasi yang belum tentu kebenarannya supaya lebih tenang menyermati, jangan mengunggah ke medsos dengan berpikir agar bisa mendapat respon dari nitizen lainnya,” ucap Dandim.

Keempat, jika mendapati isu yang berbau Sara atau berita-berita yang memicu kontroversi agar menggunakan pikiran sadar dan hati nurani tanpa berkomentar negatif, menahan diri dan tidak ikut menyebarluaskannya.

“Kelima saya mengingatkan, jangan ikut menyebarluaskan informasi negatif apalagi yang mengandung unsur Sara, ujaran kebencian, menyebarkan hoaks dan lainnya karena bisa membuat kita terjerat dengan hukum,” pesan Dandim.

Seperti diketahui, insiden penusukan kepada Menko Polhukam RI Jenderal TNI (Pur) Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) lalu menyita perhatian publik. Tidak sedikit yang mengomentari insiden tersebut. Bahkan, anggota TNI aktif ikut harus mendapat imbas lantaran istri mereka mengomentari peristiwa yang menimpa mantan Panglima ABRI (kini TNI) itu. (agw)