Gunakan Sistem Hidroponik, Petani Terkendala Pamasaran

I Wayan Rudika saat memperlihatkan tanaman sayurnya yang menggunakan sistem hidroponik di Kawasan Subak Juuk, Sukawati.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Perkembangan dunia pertanian membuat seorang petani asal Banjar Palak, Sukawati, I Wayan Rudika menanam sayur pakcoy menggunakan sistem kekinian yakni hidroponik. Bertani dengan sistem hidroponik sudah dijalankannya sejak tiga tahun lalu, setelah diperkenalkan oleh salah satu temannya. Namun, kendala yang dihadapi saat ini adalah pemasaran dari sayur hasil panennya tersebut.

Ditemui Minggu (13/10/2019), Rudika mengakui bertani menggunakan sistem hidroponik memang dapat memaksimalkan lahan yang ada. Meski lahan yang dipergunakan seluas 10 x 5 meter, ia bisa panen setiap 25 hari sekali. “Keuntungannya bisa mengatur waktu kapan kita mau panen. Karena dari bibit, peremajaan, hingga pindah cabutnya itu bebas, kita yang atur,” paparnya.

Meski bisa panen setiap 25 hari sekali, dirinya sangat terkendala pada pemasaraanya. Karena untuk pendistribusian atau lokasi penjualan sayur pakcoy tersebut tidak dapat ia tentukan secara khusus. Melainkan harus membawa ke warung-warung yang menjual sayur hijau. Selain itu dari segi harga untuk sayur hidropinik biasanya lebih mahal dari sayur biasanya.

“Kalau harganya menggunakan sistem hidroponik ini lumayan, 1 kilogram sayur pengepul ambil di saya seharga Rp 6 ribu, sedangkan mereka jual lagi kadang Rp 15 ribu. Karena memang kualitas sayurnya bagus tanpa menggunakan obat, ini alami semuanya dampak dari green house hamanya tidak bisa masuk,” ujarnya.

Pembuatan hidroponik itu pun ia akui belajar dari seorang temannya dan mencari cara membuat dari youtube. Sebanyak 100 pipa dengan panjangnya empat meter dipergunakan untuk proses menanam sayur itu mulai pembibitan. Biaya yang dihabiskan kurang lebih Rp. 50 Jt. Untuk memompa air agar terus mengalir ia hanya menggunakan mesin kolam ikan atau aquarium biasa.

“Kalau menggunakan sistem ini kita tinggal cek airnya saja sehari sekali. Sama melihat kondisi sayurnya, apakah ada yang dicari hama atau yang kurang air. Kalau ada yang kena hama kita ganti” jelasnya.

Rudika juga mengatakan selain kendalanya pada pemasaran, dirinya juga mempunyai kendala pada pupuk, “karena saya pemula dan memang bukan orang pertanian jadi pupuk yang digunakan kadang tidak sesuai,” ungkap Rudika.(yes)