Setelah Bapak, Menyusul Anak Masuk Penjara karena Terseret Kasus Narkoba

GAW ditangkap Satuan Res Narkoba Polres Bangli karena membawa sabu-sabu. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Seorang sopir berinisial GAW (21) ditangkap Satuan Res Narkoba Polres Bangli karena kedapatan membawa narkotika jenis sabu-sabu, pada Selasa (08/10/2019).

“Pelaku GAW ditangkap di lingkungan Banjar Petak, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli karena kedapatan membawa narkotika yang diduga sabu-sabu di tangan kanannya, pada Selasa (08/10/2019) minggu lalu,” terang Kasat Res Narkoba IPTU Gede Sudiarna Putra SH didampingi Kasubbag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi SH saat press release di Mapolres Bangli, Senin (14/10/2019).

Kasat Narkoba mengatakan, pelaku yang berasal dari Desa Dauh Puri, Denpasar ini diamankan beserta barang bukti berupa satu buah plastik klip bening yang berisi serbuk kristal yang diduga narkotika golongan I jenis sabu-sabu dengan berat 0,38 gram bruto atau 0,21 gram netto, satu buah kulit rokok merk Sampoerna Evolution warna silver, satu lembar tisu, satu potong pipet bening, satu buah handphone merk coollpad warna gold, satu unit sepeda motor Honda Beat DK 6096 BK warna putih dan satu buah kunci kotak biru.

“Dari keterangan pelaku, ia mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial A yang sekarang ini berada di LP Kerobokan dan kita sedang lakukan pendalaman untuk hal tersebut,” ujar Kasat Narkoba.

Kasat Narkoba IPTU I Gede Sudiarna Putra SH menambahkan, menurut keterangan GAW, pelaku ditugaskan oleh A untuk memindahkan barang haram tersebut dari Bangli ke Jalan Gatot Subroto Denpasar.

Dijelaskan pula, sebelumnya orang tua pelaku juga ditahan LP Kerobokan dalam kasus yang sama. Namun dari keterangan pelaku, barang itu bukan didapat dari orang tuanya dan yang menyuruh memindahkan barang tersebut adalah seseorang yang berinisial A di LP Kerobokan.

Selain sebagai kurir, pelaku juga sudah memakai sabu-sabu selama enam bulan. Tersangka melanggar pasal primer 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jenis sabu-sabu dengan ancaman hukuman minimal  4 tahun penjara dan paling lama 12 tahun penjara, serta denda paling sedikit Rp800 juta, demikian Gede Sudiarna Putra. (tra)