Wali Kota Tanggerang Berguru Soal Penataan Pasar Tradisional dan Sungai di Denpasar

Wali Kota Tanggerang Arief Rachadiono Wismansyah bersama rombongan mengunjungi Pasar Badung. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Keberhasilan program penataan pasar tradisional dan revitalisasi sungai menjadikan Denpasar dikenal oleh daerah lain di Indonesia. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai dua kali mengunjungi sekaligus memberikan pujian Pasar Badung yang merupakan pasar tradisional terbesar di Pulau Dewata, karena keunikan arsitekturnya yang dinilai Jokowi terbaik di seluruh tanah air.

Atas keberhasilan tersebut, Pemerintah Kota Tanggerang, Provinsi Banten yang dipimpin Wali Kota Tanggerang, Arief Rachadiono Wismansyah bersama OPD terkait menyambangi kawasan Pasar Badung, Senin (14/10/2019).

Kedatangan rombongan diterima Direktur Utama PD. Pasar Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata bersama Kadis Perindag Kota Denpasar, Sri Utari, Kadis DPMD Kota Denpasar, IB Alit Wiradana, dan OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar.

Wali Kota Tanggerang Arief Rachadiono Wismansyah menjelaskan, adapun kunjungan ini sebagai ajang pembelajaran bagi Pemkot Tanggerang, khususnya tentang pasar tradisional dan sungai. “Dari pengamatan yang kami lakukan, penataan Pasar Badung sangat menginspirasi dalam penataan pasar tradisional di Kota Tanggerang nantinya,” kata dia.

Lebih lanjut dikatakan, apa yang sudah dilaksanakan di Kota  Denpasar ia menilai bahwa Pemkot Denpasar sangat serius dan telah berhasil menciptakan pelayanan publik. “Mudah-mudahan dapat menginspirasi dan dapat kami terapkan di Kota Tanggerang yang saat ini juga sedang fokus pada penataan pasar tradisional,” ujarnya.

Sementara, Dirut PD. Pasar Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata menjelaskan bahwa penataan pasar tradisional dan sungai merupakan program pembanguann Pemkot Denpasar dibawah kepemimpinan Wali Kota IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota IGN Jaya Negara.

Selain untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang hendak berbelanja, hal ini dilakukan guna meningkatkan harkat dan martabat pedagang. Sehingga mampu meningkatkan pembangunan manusia dan kebahagian warga masyarakat yang ada di Kota Denpasar, demikian Kompyang Wiranata. (tra)