Dua Perampok Money Changer Asal Ukraina Dituntut 9 Tahun Penjara

Terdakwa Georgil Zhukov dan Robert Haupt di persidangan PN Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Dua terdakwa kasus perampokan money changer di Jalan Pratama 36 XY, Kuta Selatan, Georgil Zhukov (40) dan Robert Haupt (41), keduanya warga negara Ukraina dituntut hukuman masing-masing 9 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (15/10/2019)..

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Oka Ariani Adhikarini dalam amar tuntutannya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada mengatakan, kedua terdakwa terbukti melanggar Pasla 365 ayat (1) ayat (2) dan ke 2 KUHP.

“Kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum yang disertai dengan kekerasan,” tegas jaksa Kejari Denpasar itu.

Sebelum menjatuhkan tuntutan, jaksa terlebih dahulu membacakan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan perbuatan kedua terdakwa meresahkan masyarakat, dan membuat PT. BMC mengalami kerugian.

Sedangkan hal meringankan, kedua terdakwa sopan dalam persidangan, dan keduanya juga belum pernah dihukum. “Oleh karena itu, memohon kepada majelis hakim untuk menghukum kedua terdakwa dengan pidana penjara masing-masing 9 tahun,” tegas JPU.

Atas tuntutan itu, kedua terdakwa langsung mengatakan tidak terima. “Saya tidak terima yang mulia,” kata terdakwa Georgil melalui penerjemahnya.

“Kalau tidak terima silahkan terdakwa ajukan pembelaan,” jawab hakim Kawisada.

Usai mempersilahkan kedua terdakwa mengajukan pembelaan, majelis langsung menutup sidang dan berikutnya akan diagendakan pembelaan pada sidang pekan depan.

Sementara itu, salah satu kuasa hukum terdakwa, I Komang Ari Sumartawan mengatakan tuntutan jaksa terhadap kedua klienya itu dianggap terlalu tinggi. “Kami akan memanfaatkan waktu untuk membuat pembelaan, karena menurut kami tuntutan ini terlalu tinggi,” ujar pengacara yang akrab disapa Ari itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua terdakwa didakwa melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan alias perampokan dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun.

Dalam kasus ini ada pelaku lain yang belum tertangkap. Kedua pelaku ini adalah Maxim Bredikhin dan Vitali. Sedangkan satu pelaku lagi atas nama Alexei Korotkik, meninggal saat dilakukan penangkapan.

Kasus yang menjerat kedua terdakwa ini berawal saat kedua terdakwa bersama pelaku lainnya melakukan perampokan di money changer milik PT. Bali Maspintjinra AMC (BMC) di Jalan Pratama 36 XY, Kuta Selatan tanggal 19 Maret 2019 lalu.

Saat itu kedua terdakwa bersama pelaku lain sekitar pukul 00.15 WITA datang ke tempat kejadian dengan mengendarai mobil. Kedua terdakwa bersama Maxim Bredikhin dan satu pelaku turun dari mobil dan langsung mengetuk pintu belakang money changer MBC.

Setelah pintu dibuka oleh saksi Muhammad Sandriani, saksi langsung dihajar oleh para terdakwa. Para terdakwa lalu mengikat kaki dan tangan serta melakban mulut saksi. Kedua terdakwa bersama pelaku lainya juga menghajar saksi ABD, Haris Karim dan Gedi Kurniawan yang sedang tidur.

Setelah berhasil melumpuhkan para saksi, kedua terdakwa bersama palaku lainya mengambil uang di laci kasir serta membawa kabur sebuah brankas berisikan uang. Akibat perbuatan para terdakwa PT. BMC mengalami kerugian Rp1.006.873.350.

Selain itu, kedua terdakwa dan pelaku lainya juga membawa kabur dompet milik saksi Gedi Kurniawan yang berisikan uang Rp375.000. Akibat perbuatan terdakwa pula, saksi Muhammad Sandriadi, ABD Haris Karim dan Gedi Kurniawan mengalami luka-luka. (sar)