Bali Dongkrak Kunjungan Wisman ke Kawasan 10 Bali Baru

wisatawan domestik (wisdom) saat liburan ke Bali.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Kawasan 10 Bali baru yang dikembangkan pemerintah pusat lebih tepat bisa menggarap pasar  wisatawan domestik (wisdom). Dewan Pembina DPD Asita Bali, Bagus Sudibya, Selasa (5/11/2019) mengatakan pariwisata Bali sebagai pintu masuk bisa berkontribusi menyalurkan wisman ke kawasan 10 Bali baru.

Kawasan 10 Bali baru memang lebih tepat untuk optimal menggarap pasar domestik. Ini diharapkan masyarakat Indonesia bisa lebih banyak menikmati waktu liburannya di dalam negeri. Pada 2018 pergerakan wisdom mencapai  273 juta/tahun. Pergerakan wisdom ke Bali hanya berkisar 5 persen. Sisanya, wisdom akan memenuhi daya tarik wisata (DTW) di kawasan 10 bali baru.

Kecerdasan wisdom tinggi sehingga permintaan wisdom lebih variatif. Selain berlibir ke Bali wisdom milenial juga bisa menikmati Raja Ampat, Kuliner Jakarta dan Banyuwangi, Sumatra dan Sulawesi. Mereka bisa menikmati budaya, wisata belanja dan kuliner.

Sebaliknya Bali menjadi tujuan utama berlibur bagi wisman. Setelah berlibur di Bali wisman bisa dialihkan ke kawasan 10 Bali baru. Konsul Kehormatan Afrika Selatan ini mencontohkan wisatawan Eropa setelah berlibur ke Bali selanjutnya banyak memilih berlibur di Gili Trawangan. Dengan waktu berlibur 2-4 minggu, setelah berlibur di Bali wisman asal Eropa ini masih memiliki kesempatan berlibur ke kawasan Indonesia yang lain.

Menurutnya, berbeda dengan pasar Asia seperti Cina,Korea, Jepang dan lainnya memiliki waktu berlibur yang pendek 2-4 hari. ”Setelah dari Bali, wisman memiliki waktu sangat minim untuk mengunjungi kawasan pariwisata yang lain,” ujarnya.

Bagus Sudibya menambahkan pelaku pariwisata Bali lebih banyak menawarkan paket Bali & beyond ke pasar Eropa. “Dengan waktu berlibur yang lebih panjang mereka bisa mengenal daya tarik wisata Indonesia yang lain,” pungkasnya.(bsb)