Dituntut 3 Tahun Penjara, Wanita Asal Malang Menangis di Ruang Sidang

Raditya Putri Utami di Pengadilan Negeri Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Raditya Putri Utami, wanita kelahiran Malang 22 tahun lalu ini menangis di ruang sidang saat dituntut oleh jaksa dengan pidana penjara selama 3 tahun, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (6/11/2019)

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Happy Maulia Ardani dalam amar tuntutannya yang dibacakan di muka sidang pimpinan Hakim I Made Pasek menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 127 ayat (1) huruf a UU narkotika.

“Menyatakan terdakwa Raditya Putri Utami terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan menyalahgunakan narkotika bagi diri sendiri sebagaimana dimaksud dalam dakwaan ketiga. Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 tahun,” ujar jaksa Kejari Denpasar itu.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang tinggal di Jalan Dukuh Selatan nomor 8X, Banjar Penamparan, Denpasar Barat, langsung menangis di muka sidang. Sambil menangis terdakwa yang tidak didampingi penasehat hukum menyampaikan permohonan kepada majelis hakim agar diringankan hukumannya.

Usai mendengar permohonan dari terdakwa, majelis hakim menutup sidang dan kembali membuka sidang dengan agenda putusan pekan depan. “Sidang kita tunda hingga minggu depan dengan agenda putusan,” tegas Hakim Made Pasek sambil mengetuk palu tanda sidang selesai.

Seperti diketahui, terdakwa ditangkap polisi pada tanggal 15 Juli 2018 sekira pukul 18 WITA di pinggir Jalan Dukuh Selatan, Banjar Penamparan, Denpasar. terdakwa ditangkap karena awalnya diduga menyimpan narkotika.

Sebelum melakukan penangkapan polisi menerima laporan dari masyarakat bahwa terdakwa memiliki dan sering menggunakan narkotika di seputaran wilayah Jalan Tegal Selatan.

“Atas laporan itu petugas polisi dari Polresta Denpasar langsung melakukan penyelidikan hingga penangkapan terhadap terdakwa,”ujar jaksa sebagaimana dalam surat dakwaan yang dibacakan di muka sidang.

Polisi akhirnya menangkap terdakwa saat terdakwa berjalan menuju tempat kosnya, “Saat ditangkap petugas langsung melakukan penggeledahan terhadap diri terdakwa,” kata JPU.

Hasil penggeledahan, petugas mengamankan narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,10 gram yang digenggam oleh terdakwa. Kepada petugas terdakwa mengaku narkotika jenis sabu itu adalah miliknya yang dibeli dari OBY (DPO) seharga Rp450.000. (sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *