Tergiur Upah Rp10 Juta, Sopir Taksi Nekat Jadi Kurir Narkoba

Pelaku diamankan di Mapolresta Denpasar dengan tangan dan kaki diborgol. (foto : Beritabalionline.com/Agung Wijaya).

Beritabalionline.com – Sopir taksi asal Medan, Sumatera Utara bernama Willy (31) diringkus Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar lantaran terlibat peredaran narkoba jaringan Bali – Medan. Dari tersangka diamankan barang bukti sabu seberat 1,3 kilogram.

“Tersangka mengaku memperoleh barang dari seseorang bernama Pak Aji. Sabu diambil di sebuah lokasi di seputaran Denpasar,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat ekspose pengungkapan, Rabu (6/11/2019) di Mapolresta Denpasar.

Kepada polisi, tersangka yang ditangkap di Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan, Sabtu (2/11/2019) sekitar pukul 02.00 WITA ini juga mengaku sudah dua kali menjalankan aksinya. Sekali jalan ia memperoleh upah Rp10 juta.

“Sebelum ditangkap, tersangka pernah menempel sabu di sekitar lapangan Puputan Renon, Denpasar seberat 300 gram,” jelas Kapolresta didampingi Kasat Resnarkoba AKP Mikael Hutabarat.

Terkait sabu 1,3 kilogram, Kombes Ruddi menyebut barang dikirim dari Medan ke Bali melalui jalur darat. Untuk pemilik, polisi masih melakukan pengejaran.

Penangkapan terhadap tersangka yang tinggal di Bali sejak 2016 ini berawal dari laporan masyarakat bahwa di Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan sering dijadikan ajang transaksi narkotika.

Sepekan melakukan penyelidikan, Sabtu (2/11/2019) sekitar pukul 02.00 WITA, polisi melihat pelaku melintas. Tak ingin kehilangan buruan, pelaku dikejar dan berhasil diamankan. Namun saat dilakukan penggeledahan, petugas tidak menemukan barang bukti.

Pelaku kemudian dikeler ke tempat kosnya di Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan. Di sana petugas menemukan 14 paket sabu ukuran besar di laci lemari milik tersangka. Selain menjadi kurir, tersangka juga mengaku menggunakan sabu.

“Alasan pelaku menjadi kurir narkoba karena terdesak kebutuhan ekonomi. Tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati,” tegas Kapolresta Denpasar. (agw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *