Gubernur Koster Dukung Implementasi Perluasan Pembayaran Nontunai

Gubernur Koster (tengah) membuka Rakornas Implementasi dan Evaluasi Pembayaran Non Tunai Pemerintah Daerah. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Gubernur Bali Wayan Koster memberi perhatian serius terhadap upaya percepatan dan perluasan implementasi transaksi nontunai guna mengoptimalisasi pengelolaan keuangan daerah. Hal ini terungkap saat Gubernur Koster membuka Rakornas Implementasi dan Evaluasi Pembayaran Non Tunai Pemerintah Daerah Seluruh Indonesia di Hotel Prama, Sanur, Denpasar Kamis (7/11/2019).

Menurut Gubernur, Pemerintah Provinsi Bali sejak 1 Januaru 2018 secara bertahap telah melaksanakan implementasi transaksi nontunai dalam pengelolaan keuangan daerah. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Instruksi Presiden RI Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2016 dan Tahun 2017.

“Implementasi transaksi nontunai tersebut menunjukkan, bahwa Provinsi Bali dengan sungguh-sungguh mendukung elektronifikasi. Salah satunya guna mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang di antara tujuannya adalah mewujudkan sistem tata kelola pemerintahan daerah yang efektif, efisien, terbuka, transparan, akuntabel dan bersih. Serta meningkatkan pelayan publik terpadu yang cepat, pasti dan murah” tandas Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali.

Ditambahkannya, penerapan teknologi termasuk dalam transaksi keuangan pada saat ini telah menjadi kebutuhan yang mendesak. Menurutnya, transaksi nontunai sangat dibutuhkan di Bali karena salah satu potensi pendapatan yang ada di kabupaten/kota berasal dari pajak hotel dan restoran.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Pungky Purnomo Wibowo, sistem ini nantinya akan diterapkan di berbagai lini, termasuk untuk pajak hotel dan restoran. “Paling tidak itu semua tercatat. Dari segi infrastruktur juga sangat murah,” sebutnya.

Apalagi saat ini lanjutnya, hampir semua masyarakat memiliki ponsel pintar. Menurutnya dengan sistem ini, transaksi menjadi lebih transparan, efektif dan efisien. (tra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *