Jual Kerajinan Satwa Dilindungi, Bule Asal Belanda di Penjara 2 Tahun

Terdakwa Eric Roer asal Rotterdam, Belanda di Pengadilan Negeri Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Seorang warga negara asal Rotterdam, Belanda, Eric Roer (56) yang diadili karena melakukan tindak pidana menyiagakan barang-barang kerajinan yang terbuat dari tulang maupun kulit satwa yang dilindungi, Rabu (13/11/2019) divonis hukuman 2 tahun penjara.

Dalam sidang, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan Heriyanti menyatakan, terdakwa terbukti bersalah dengan sengaja membeli atau melakukan dan menyimpan sesuatu benda dalam bentuk kerangka hewan yang dilindungi.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) huruf b Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang tentang Konservasi Sumber Aaya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Oleh karena itu menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama 2 tahun, denda Rp 50 juta, apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 2 bulan,” tegas Hakim Heriyanti dalam putusannya.

Atas putusan yang lebih ringan 1 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Oka Ariani Adhikarini, terdakwa Erik Roer melalui kuasa hukumnya menyatakan menerima. “terdakwa menerima putusan ini yang mulia,” ujar kuasa hukum terdakwa.

Diberitakan sebelumnya, kasus yang menjerat terdakwa ini berawal saat terdakwa mendapat pesanan barang-barang berupa kerajinan tangan seperti, patung kayu, dekorasi rumah, patung batu dan barang-barang lainnya dari Hans Timmers yang dikenal sejak tahun 2014 dari Belanda.

Barang-barang pesanan Hans oleh terdakwa dicarikan di berapa Art Shop di Bali. Pesanan baru akan dibayar stelah terdakwa menerima 5 persen keutungan yang ditransfer oleh Hans.

Setelah membayar kerajinan yang dibeli di Art Shop, terdakwa menghubungi saksi I Made Suryadi selaku pemilik PT. Praba Surya Internasional (PSI) yang bergerak di bidang jasa pengepakan dan pengiriman barang ke luar negeri.

Selanjutkan berdasarkan catatan pembelian barang yang diberi oleh terdakwa, pihak PT. PSI mengumpulkan barang-barang tersebut dan melakukan pengepakan dan menghubungi ekspedisi pengiriman laut ke luar negeri.

“Setelah itu pihak PT. PSI menyerah fatur pengiriman kepada terdakwa yang oleh terdakwa dikirim kepada Hans yang kemudian Hans membayar jasa pengepakan dan pengiriman barang ke PT. PSI,” ungkap jaksa dalam dakwaannya.

Aksi ini tercium setelah pihak Kepolisian dan Kejaksaan Belanda mendapat informasi adanya tindak pidana kejahatan yang berkaitan dengan masuknya barang-barang kerajinan yang terbuat dari tubuh/kulit satwa dari Indonesia.

Atas hal itu, pihak kepolisian Belanda melakukan pengecekan di gudang yang terletak di Osseweg 48 di Berhem, Belanda. Dari tempat ini polisi menemukan kerajinan tangan yang terbuat dari tubuh/kulit satwa yang dilindungi.

Setelah dikakukan pemeriksa dokumen terhadap kerajinan yang yang temukan, terungkap bahwa sebagian kerajinan itu dikirim melalui jasa pengiriman PT. PSI Dimana yang menjadi penerima barang adalah Hans Timmers dengan nama pengirim Eric Roer.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih jauh, kerajinan yang berasal dari Indonesia yang ditemukan di gudang tersebut antara lain, tengkorak buaya, moncong hiu, tengkorak penyu, tengkorak kepala babi rusa, dan gelang akar bahar. (sar)