Dituntut 17 Tahun Penjara, Pria Pengangguran Ini Menangis

Terdakwa Gede Sudanta usai jalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Denpasar. (foto : SAR/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Pria pengangguran bernama Gede Sudanta menangis saat mendengar dirinya dituntut hukuman 17 tahun penjara dalam sidang yang digelar, Kamis (28/11/2019) di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Candra Andhika Nugraha dalam amar tuntutannya yang dibacakan menyatakan, terdakwa yang tinggal di Jalan Giri Dahari, Jimbaran tersebut terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 ayat (2) UU narkotika.

“Terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkotika, yaitu menawarkan untuk dijual, menjual, menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I yang beratnya di atas 5 gram,” ujar JPU dalam surat tuntutannya.

“Oleh karena itu memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini agar menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 17 tahun denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun penjara,” imbuh jaksa.

Atas tuntutan itu terdakwa yang didampingi tim penasihat hukum dari PBH Peradi Denpasar mohon waktu 1 minggu untuk mengajukan pembelaan secara tertulis.

Sementara terdakwa, usai sidang tak kuasa membendung air matanya. Sambil memeluk salah satu kerabatnya terdakwa terus meneteskan air mata hingga akhirnya jaksa membawa kembali terdakwa ke ruang tahanan sementara di Kejaksaan Negeri Denpasar.

Sebagaimana dalam dakwaan jaksa diungkap, terdakwa ditangkap pada tanggal 13 Juni 2019 sekitar pukul 19.00 WITA di McDonald Jalan Uluwatu II Nomor 1 Jimbaran, Kuta Selatan.

Sebelum terdakwa ditangkap, temannya yang bernama Reza Bintang Aurora (terdakwa dalam berkas terpisah) menghubunginya dengan maksud membeli sabu seberat 0,2 gram dan pembayaran dikirim melalui transfer ke rekening sebesar nilai rp450.000.

Setelah itu keduanya sepakat untuk bertemu di McDonald Jimbaran. setelah bertemu terdakwa menyerahkan sabu yang dipesan Reza. Namun sebelum keduanya meninggalkan McDonald, keduanya diamankan oleh petugas kepolisian.

Saat ditangkap petugas langsung menggeledah terdakwa dan Reza. Selain itu petugas juga menggeledah tempat tinggal terdakwa. Dari tempat tinggal terdakwa, polisi berhasil mengamankan narkotika jenis sabu dengan berat total 40,45 gram netto.

Kepada petugas terdakwa mengangku barang bukti yang ada padanya dan yang telah dijual kepada Reza adalah milik Kadek (DPO). “Terdakwa hanya bekerja menempel sabu yang dipesan orang dan terdakwa mendapat upah sebesar Rp 50.000 satu kali tempel,” pungkas jaksa Kejati Bali itu. (sar)