Terungkap, Pelaku Nekat Rampok WN Jepang karena Butuh Uang untuk Menikah

Pelaku perampokan saat diamankan di Mapolresta Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Petugas kepolisian meringkus Fachruddin (38) pelaku perampokan terhadap warga negara Jepang bernama Mika Hasegawa (38) di Apartemen Liem House, Jalan Pura Merta Sari IV Pemogan, Denpasar Selatan.

“Pelaku dulu pernah bekerja selama tiga bulan di rumah korban sebagai Cleaning Service pada awal tahun 2018,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat ekspose kasus pengungkapan, Kamis (28/11/2019) di Mapolresta Denpasar.

Dari tangan pelaku yang ditangkap di area Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta saat akan terbang ke Medan, Sumatera Utara, Rabu (27/11/2019) sekitar pukul 03.30 WIB, petugas menyita 2 buah dompet, puluhan lembar uang rupiah dan mata uang asing.

Setelah itu juga diamankan satu buah handphone merek Oppo A9, kalung emas, satu buah handphone merek Advan, 5 ATM korban, kartu identitas kewarganegaraan Jepang serta SIM A milik korban.

Saat diperiksa, pria asal Ngawi, Jawa Timur ini mengaku nekat menjalankan aksinya karena tidak memiliki uang untuk menikah.

“Tersangka sudah berjanji akan menemui pacarnya yang berada di Medan untuk menikahinya, namun karena tersangka tidak punya uang, tersangka melakukan tindak pidana,” beber Kapolresta didampingi Kasat Reskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan.

Dijelaskan, kejadian berawal ketika korban kembali ke apartemen usai mengantar anaknya ke sekolah. Sampai di depan kamarnya, pelaku langsung mendekati dan memukul serta mencekik korban.

Korban berusaha melawan dan melepaskan diri dengan cara melompat dari jendela kamarnya. Pelaku kemudian dengan leluasa mengambil uang dan barang-barang korban. Usai menjalankan aksinya, pelaku kabur dan akhirnya ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta.

“Pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman pidana penjara 9 tahun,” kata Kapolresta Denpasar. (agw)